HS Code: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengeceknya untuk Kebutuhan Ekspor-Impor

Dalam kegiatan ekspor dan impor, salah satu hal penting yang sering ditanyakan adalah: “Apa itu HS Code?”
HS Code atau Harmonized System Code adalah kode standar internasional untuk mengklasifikasikan jenis barang dalam perdagangan global.

Kode ini digunakan oleh Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, dan lembaga ekspor-impor di seluruh dunia untuk menentukan pajak, izin, dan ketentuan pengiriman barang lintas negara.
Bagi pelaku bisnis, memahami HS Code adalah langkah penting agar proses customs clearance berjalan cepat dan tanpa hambatan.

Diambil dari definisi menurut International Trade Academy, HS Code adalah kode yang terdiri dari angka (numerik) untuk mengklasifikasikan produk atau barang yang diperdagangkan.

Seluruh negara yang terlibat perdagangan internasional menggunakan HS Code ini untuk mengetahui nilai bea masuk serta bisa atau tidaknya suatu barang untuk di ekspor/impor.

HS Code terdiri dari 6 digit angka, dan setiap negara diperbolehkan untuk menambah digit kode-nya untuk memberi klasifikasi yang lebih spesifik.

Lembaga yang mengelola HS Code ini adalah lembaga bea cukai dunia yaitu World Customs Organisation (WCO), dan akan rutin diperbarui setiap 5 tahun.

Sebagai mitra logistik profesional, Muat Cargo membantu pelaku usaha dalam pengurusan HS Code, dokumen ekspor, dan bea cukai melalui layanan Customs Clearance Ekspor dan Impor.

Apa Itu HS Code?

HS Code (Harmonized Commodity Description and Coding System) adalah sistem pengkodean internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi produk dalam perdagangan antarnegara.

Kode ini dikembangkan oleh World Customs Organization (WCO) dan digunakan di lebih dari 200 negara.
Setiap produk memiliki kode unik enam digit (atau lebih), yang mewakili:

  • Jenis barang,

  • Bahan pembuatannya,

  • Fungsi penggunaannya,

  • Klasifikasi kepabeanan.

Sebagai contoh:

HS Code 8471.30 = Komputer portabel (Laptop)
HS Code 9403.30 = Furniture logam untuk kantor

Dengan HS Code, petugas Bea Cukai dapat menentukan berapa tarif pajak ekspor-impor, izin karantina, atau persyaratan dokumen lainnya.

Struktur Kode HS (Harmonized System)

HS Code terdiri dari enam digit utama dan bisa dikembangkan hingga sepuluh digit tergantung kebutuhan negara. Berikut penjelasannya:

DigitArtiContoh
2 digit pertamaBab (chapter)94 = Furniture
2 digit keduaPos (heading)03 = Furniture logam
2 digit ketigaSubpos (subheading)30 = Meja kantor logam
Tambahan (negara)Detail lokal (Indonesia bisa 8–10 digit)9403.30.90

Di Indonesia, HS Code diatur oleh Kementerian Keuangan (Bea Cukai) dan digunakan untuk menentukan tarif PPh, PPN, dan PPNBM barang impor.

Fungsi HS Code dalam Ekspor-Impor

HS Code memiliki banyak fungsi penting dalam kegiatan perdagangan internasional:

  1. Menentukan tarif bea masuk dan pajak impor.
    Setiap barang dikenai tarif berbeda berdasarkan kode HS-nya.

  2. Menentukan perizinan dan larangan ekspor-impor.
    Barang tertentu mungkin memerlukan izin khusus (misal dari Kementerian Perdagangan).

  3. Sebagai acuan pada dokumen ekspor.
    Termasuk Invoice, Packing List, Bill of Lading, dan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

  4. Mempercepat proses customs clearance.
    HS Code yang tepat meminimalkan risiko penundaan pemeriksaan barang.

  5. Mendukung data statistik perdagangan nasional.
    Digunakan oleh pemerintah untuk analisis ekspor-impor dan kebijakan ekonomi.

Untuk membantu kelancaran ekspor, Muat Cargo juga menyediakan Layanan Pengiriman Luar Negeri dengan pendampingan dokumen dan HS Code secara profesional.

Cara Mengecek HS Code Barang Ekspor dan Impor

hs code

Untuk mengetahui HS Code suatu barang, kamu bisa menggunakan beberapa cara resmi berikut:

🔹 1. Melalui Website Bea Cukai (Indonesia National Trade Repository)

Cara cek HS Code bea cukai di Indonesia sangatlah mudah, anda tinggal mengakses situs INSW dan memilih menu INTR, atau bisa juga klik disini.

Pada menu INTR, anda hanya perlu menuliskan deskripsi atau nama barang yang sedang anda cari HS Code nya.

Atau anda juga bisa mengetahui barang apa yang ada dibalik HS Code yang anda temukan, dengan cara menulis HS Code pada kolom pencarian.
Langkahnya:

  1. Buka menu Tarif dan Perizinan.

  2. Masukkan nama produk (misal: “Laptop”).

  3. Sistem akan menampilkan HS Code lengkap, tarif, dan perizinannya.

🔹 2. Konsultasi dengan Ahli Logistik

Jika kamu belum yakin dengan klasifikasi produk, tim Muat Cargo siap membantu menentukan HS Code yang sesuai berdasarkan deskripsi dan bahan produk.

🔹 3. Gunakan Database WCO (World Customs Organization)

WCO juga menyediakan database global untuk pencarian kode internasional sesuai sistem harmonisasi 6 digit.

Kesalahan Umum dalam Penentuan HS Code

Banyak eksportir pemula melakukan kesalahan saat mengisi HS Code, seperti:

  • Menggunakan kode berdasarkan nama umum barang, bukan fungsinya.

  • Salah klasifikasi bahan (misal, menyebut “besi” padahal paduan logam).

  • Tidak memperbarui HS Code versi terbaru (revisi dilakukan setiap 5 tahun).

  • Menggunakan HS Code negara lain (misalnya Tiongkok) untuk ekspor dari Indonesia.

Kesalahan seperti ini bisa menyebabkan:

  • Barang tertahan di pelabuhan.

  • Denda administrasi.

  • Penyesuaian ulang dokumen PEB atau PIB.

Hubungan HS Code dengan Customs Clearance

Dalam proses customs clearance, HS Code menjadi komponen utama untuk menentukan:

  • Jenis dokumen yang dibutuhkan,

  • Tarif pajak dan bea masuk,

  • Izin ekspor atau impor,

  • Pemeriksaan karantina.

Muat Cargo membantu proses ini dengan sistem terintegrasi dan pengawasan langsung dari tim Bea Cukai, memastikan semua kode HS dan dokumen ekspor sesuai standar.

Untuk informasi lengkap tentang proses clearance, baca artikel Customs Clearance Ekspor dan Biayanya.

Wajib. Tanpa HS Code, Bea Cukai tidak dapat memproses dokumen ekspor.

Secara internasional sama hingga 6 digit, namun Indonesia menggunakan versi tambahan hingga 8–10 digit.

Barang bisa tertahan atau dokumen perlu direvisi melalui notul PEB/PIB.

Eksportir bisa menentukan sendiri, tapi biasanya diverifikasi oleh Bea Cukai atau konsultan logistik seperti Muat Cargo.

Kesimpulan

HS Code adalah elemen krusial dalam setiap kegiatan ekspor dan impor.
Dengan memahami kode ini, bisnis Anda akan terhindar dari kesalahan dokumen, penahanan barang, dan denda kepabeanan.

Melalui Muat Cargo, Anda bisa mendapatkan pendampingan lengkap — mulai dari penentuan HS Code, pembuatan dokumen, hingga pengiriman ke luar negeri dengan layanan cepat dan aman.

💪 Muat Cargo – Solusi ekspor-impor terpercaya dengan sistem dokumen otomatis, layanan profesional, dan jangkauan seluruh Indonesia.

Untuk bantuan klasifikasi produk atau pengurusan bea cukai, hubungi Kontak Kami atau gunakan fitur Cek Ongkir Cargo.

Referensi Eksternal

ID/EN/中文
MUAT CARGO
Min. 50kg dari Jakarta, Surabaya dan MakassarDiluar origin MUAT min. kirim 100kg
Code...
MUAT EXPRESS
Khusus Pengiriman 10kg-49kg (drop off) Dari Jakarta, Tangerang & Surabaya (via udara)
Code...
CUSTOMS CLEARANCE
Wajib memiliki NIB dan data pendukung lainnyaTidak Melayani Pengiriman Undername
Code...
PENGIRIMAN FTL & FCL
Trucking & Container | Tidak melayani pengiriman dalam kota
Code...
PENGIRIMAN KENDARAAN & ALAT BERAT
Motor • Mobil • Alat Berat
Code...

Dapatkan Informasi Tarif dan Pengiriman Secara Cepat dan Tepat

*Informasi tarif layanan di bawah ini merupakan harga start from untuk masing-masing kota/kabupaten. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, untuk detail tarif lengkap, silakan hubungi Customer Service kami