3 Komoditas Ekspor Paling Dicari Tahun 2025
- Farrel Hadinata

Tahun 2025 menjadi momen penting bagi sektor perdagangan luar negeri Indonesia, di mana trend ekspor menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan positif meskipun dihadapkan pada tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas dan ketegangan geopolitik.
Pendapatan negara dari ekspor tahun ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Ekspor tidak hanya menyumbang devisa negara yang mencapai ratusan miliar dolar AS, tetapi juga mendukung pertumbuhan PDB Indonesia yang mencapai 5,12% pada kuartal II-2025.
Dari trend ini, kita bisa melihat seberapa besar ekspor memberikan dampak ke perekonomian di Indonesia. Hal ini menjadi dorongan bagi para pelaku usaha untuk melebarkan sayap pasar ke ranah internasional.
Maka dari itu, MUAT Cargo akan berikan 3 komoditas ekspor paling dicari di tahun 2025, beserta negara-negara yang memiliki pangsa pasar tinggi untuk komoditas tersebut.
Komoditas Ekspor yang Menjanjikan di Tahun 2025
Di tengah dinamika ekonomi global, Indonesia memiliki sejumlah komoditas ekspor paling dicari yang terus menunjukkan performa gemilang.
Tahun 2025 menjadi tahun di mana sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan semakin berkontribusi besar terhadap total ekspor. Berikut pembahasan lengkapnya:
Baca juga:Â Dokumen untuk Ekspor Impor Apa Saja?
Minyak Kelapa Sawit (CPO)
Minyak kelapa sawit tetap menjadi salah satu komoditas ekspor paling dicari di tahun 2025, dengan kontribusi utama terhadap devisa negara.
Indonesia sebagai produsen terbesar dunia, berhasil mengekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya senilai US$11,43 miliar pada semester pertama 2025. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan ekspor pada Mei 2025 yang mencapai US$1,85 miliar, naik 61,50% secara bulanan.
Negara tujuan utama termasuk India, Cina, dan Eropa, di mana minyak kelapa sawit digunakan untuk industri makanan, biofuel, dan kosmetik. Keunggulan minyak kelapa sawit sebagai komoditas ekspor paling dicari terletak pada produktivitas tinggi dan harga kompetitif.
Di Indonesia, luas lahan sawit mencapai jutaan hektare, dengan produksi yang terus meningkat berkat teknologi pertanian modern. Namun, tantangan seperti regulasi lingkungan dari Uni Eropa (EU Deforestation Regulation) mendorong industri untuk beralih ke praktik berkelanjutan, seperti sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).
Pada Januari-Mei 2025, ekspor sawit RI tembus US$8,9 miliar, menyumbang sekitar 8% dari total ekspor nasional. Komoditas ini tidak hanya mendatangkan devisa, tapi juga menciptakan ribuan lapangan kerja di Sumatera dan Kalimantan.
Di masa depan, potensi biodiesel dari sawit akan semakin memperkuat posisi minyak kelapa sawit sebagai komoditas ekspor paling dicari.
Kopi
Kopi Indonesia juga termasuk dalam daftar komoditas ekspor paling dicari tahun 2025, dengan pertumbuhan yang mencengangkan. Ekspor kopi meningkat 76,33% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh permintaan dari pasar specialty coffee global.
Pada kuartal pertama 2025, Indonesia mengekspor 99.586,48 ton kopi, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan utama yang menyumbang nilai hingga miliaran rupiah. Kopi robusta dan arabika dari daerah seperti Sumatera dan Jawa menjadi favorit karena rasa unik dan aroma khas.
Sebagai komoditas ekspor paling dicari, kopi Indonesia mendapat sorotan di ajang internasional seperti Specialty Coffee Expo 2025 di Houston, di mana potensi transaksi mencapai Rp498 miliar.
Faktor pendukung termasuk tren konsumsi kopi global yang naik, terutama di kalangan milenial yang mencari kopi spesialti seperti Mandailing atau luwak.
Meskipun ada tantangan seperti tarif masuk 19% ke AS, ekspor kopi tetap tumbuh berkat dukungan pemerintah melalui promosi dan sertifikasi.
Baca juga:Â Daftar negara yang potensial untuk ekspor kopi
Udang
Udang menjadi komoditas ekspor paling dicari ketiga yang patut diperhitungkan di 2025, khususnya dari sektor perikanan. Indonesia menempati peringkat empat eksportir udang dunia, dengan ekspor udang beku ke AS mencapai US$94,2 juta pada Januari 2025, naik 24% dari tahun ke tahun.
Komoditas ini mendominasi ekspor perikanan, dengan proyeksi pasar global mencapai US$51,6 miliar. Udang vaname dan windu diekspor ke AS, Jepang, dan Eropa, dengan pangsa pasar Indonesia sekitar 8,7%. Keberhasilan udang sebagai komoditas ekspor paling dicari didukung oleh budidaya modern di tambak-tambak Jawa dan Sulawesi.
Pada Januari-April 2025, udang dibekukan menjadi salah satu dari 20 komoditas utama ke AS dengan nilai US$237,12 juta.
Tantangan seperti penyakit udang diatasi dengan teknologi akuakultur, sementara ambisi KKP untuk menjadikan RI sebagai raja udang dunia terus dikejar.
Alasan Ekspor Terus Bertumbuh
Menurut laman investing.com, beberapa faktor yang menjelaskan mengapa komoditas unggulan seperti minyak kelapa sawit, kopi, udang dan beberapa komoditas unggulan lainnya bisa tumbuh besar dalam ekspor Indonesia di tahun 2025 antara lain:
- Permintaan global yang meningkat, terutama dari pasar utama seperti China, Amerika Serikat, dan India yang terus membutuhkan komoditas tersebut untuk berbagai sektor industri dan konsumsi.
- Harga komoditas utama yang relatif stabil atau meningkat, seperti minyak sawit (CPO), logam mulia, dan nikel, yang juga berdampak positif pada produk pertanian dan pertambangan lainnya.
- Produk industri pengolahan yang mendominasi ekspor nonmigas (sekitar 84% kontribusi), termasuk produk olahan kakao, kopi, teh, dan rempah yang memberikan nilai tambah lebih tinggi dibanding ekspor bahan mentah.
- Normalisasi perdagangan pasca libur besar dan kebijakan pemerintah yang mendukung hilirisasi produk, mendorong keberlanjutan aktivitas ekspor.
- Sinergi dan dukungan dari pemerintah melalui program pengembangan ekspor, hilirisasi, dan perluasan pasar terutama dengan bantuan duta besar dan jaringan diplomasi perdagangan.
- Transformasi struktur ekspor yang mengarah pada peralihan dari komoditas mentah ke produk manufaktur dan olahan berteknologi menengah, sehingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
- Kinerja sektor pertanian dan kehutanan yang tumbuh signifikan, dengan peningkatan produk-produk olahan yang menjadi komoditas utama ekspor.
Secara ringkas, pertumbuhan besar komoditas unggulan ini didorong oleh kombinasi dari permintaan global yang kuat, harga komoditas yang mendukung, kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan inovasi produk ekspor, serta strategi perluasan pasar ekspor yang sinergis.
Solusi Ekspor Mudah & Cepat: MUAT Cargo
Jika anda telah menemukan komoditas ekspor yang cocok, langkah berikutnya adalah memikirkan bagaimana agar ekspor berjalan dengan lancar, aman, dan cepat.
Mengingat proses ekspor membutuhkan pemberitahuan dan perizinan melalui bea cukai dengan prosedur yang ketat, sehingga akan menyita waktu lama jika tidak dilakukan dengan benar.
Untuk menjawab masalah tersebut, anda bisa menggunakan jasa customs clearance dari MUAT Cargo. Kami akan membantu proses ekspor maupun impor anda menjadi lebih mudah, presisi, dan terhindar dari penundaan bea cukai.
Klik tombol dibawah ini untuk mengetahui informasi customs clearance dari MUAT Cargo lebih lanjut!



