Dangerous Goods 9 Kelas Barang Berbahaya dan Cara Mengeceknya Sebelum Kirim

Dangerous Goods: 9 Kelas Barang Berbahaya dan Cara Mengeceknya Sebelum Kirim

Tidak semua barang yang terlihat biasa bisa langsung diperlakukan sebagai general cargo. Baterai, aerosol, dry ice, tabung bertekanan, cairan tertentu, bahkan mesin atau kendaraan yang masih menyimpan bahan bakar dapat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut sebelum dikirim.

Dalam dunia transportasi, barang dengan karakter bahaya tertentu dikenal sebagai Dangerous Goods atau DG. Klasifikasi ini penting karena risiko selama perjalanan tidak hanya ditentukan oleh nama barang, tetapi juga sifat fisik atau kimia, kondisi barang, jumlah, kemasan, serta moda transportasi yang digunakan.

Karena itu, deskripsi seperti “mesin”, “chemical”, “baterai”, “cairan”, atau “spare part” sering belum cukup ketika Anda hendak mengirim barang.

Di MUAT Cargo, barang dengan karakter khusus sebaiknya dijelaskan secara rinci sebelum pickup dijadwalkan. Nama barang, jumlah koli, berat, dimensi, foto kemasan, serta SDS/MSDS atau UN Number bila tersedia dapat membantu tim memahami kebutuhan pengiriman lebih awal dan menghindari kesalahan penanganan.

Dangerous goods dan B3 tidak diterima melalui layanan cargo reguler MUAT Cargo. Jika karakter barang belum jelas, pemeriksaan perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum ada keputusan penerimaan.

Apa Itu Dangerous Goods?

Dangerous Goods adalah barang, bahan, atau artikel yang memiliki karakter bahaya tertentu sehingga dapat menimbulkan risiko selama proses transportasi apabila tidak diklasifikasikan, dikemas, ditandai, atau ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

United Nations mengembangkan UN Model Regulations sebagai salah satu kerangka utama untuk klasifikasi dan pengangkutan Dangerous Goods. Edisi terbaru yang diterbitkan adalah UN Model Regulations Revision 24 tahun 2025.

Kerangka tersebut digunakan sebagai dasar penting dalam pengembangan berbagai aturan transportasi dan membahas hal-hal seperti klasifikasi, identifikasi barang, kemasan, marking, labelling, dokumentasi, serta ketentuan pengangkutan.

Hal yang perlu dipahami adalah bahwa nomor kelas bukan peringkat tingkat bahaya. Class 1 tidak otomatis lebih berbahaya daripada Class 8 atau Class 9. Nomor kelas digunakan untuk menunjukkan jenis bahaya utama yang relevan dalam transportasi.

Dangerous Goods dan B3 Tidak Selalu Berarti Hal yang Sama

Dalam percakapan sehari-hari, istilah Dangerous Goods dan Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 sering digunakan bergantian. Padahal konteksnya berbeda.

Dalam regulasi Indonesia, B3 dibahas dalam konteks pengelolaan bahan yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan makhluk hidup. Salah satu dasar hukumnya adalah PP No. 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

Sementara itu, Dangerous Goods berfokus pada risiko yang muncul selama transportasi. Penilaiannya dapat melibatkan hazard class, UN Number, Proper Shipping Name, Packing Group bila berlaku, serta aturan moda yang digunakan.

Perbedaan tersebut bukan berarti sebuah bahan hanya bisa masuk salah satu kategori. Dalam praktiknya, satu produk dapat berada dalam lingkup B3 sekaligus memiliki klasifikasi Dangerous Goods untuk kebutuhan transportasi.

Karena itu, kesimpulan seperti “ini bukan B3 berarti pasti aman dikirim” atau “ini chemical berarti pasti Dangerous Goods” sebaiknya dihindari.

9 Kelas Dangerous Goods

dangerous goods adalah, barang berbahaya, 9 kelas dangerous goods, klasifikasi DG, hidden dangerous goods, UN Number, DG vs B3

Dangerous Goods dibagi menjadi sembilan kelas utama berdasarkan jenis bahaya transportasinya.

KelasNama KelasContoh UmumPenjelasan Singkat
Class 1Explosivesbahan peledak, fireworks tertentuBarang dengan bahaya ledakan dan beberapa subdivision berdasarkan karakter risikonya
Class 2GasesLPG, oksigen bertekanan, aerosol tertentuMeliputi gas flammable, non-flammable/non-toxic, dan toxic
Class 3Flammable Liquidsbensin, solvent atau cat tertentuCairan yang memenuhi kriteria mudah terbakar untuk transportasi
Class 4Flammable Solids dan related hazardsmaterial tertentu yang mudah terbakar atau bereaksi dengan airMencakup Class 4.1, 4.2, dan 4.3
Class 5Oxidizing Substances & Organic Peroxidesoxidizer dan organic peroxide tertentuMencakup Class 5.1 dan 5.2
Class 6Toxic & Infectious Substanceszat toxic atau infectious tertentuMencakup Class 6.1 dan 6.2
Class 7Radioactive Materialmaterial radioaktif tertentuBerkaitan dengan risiko radiasi
Class 8Corrosivesasam atau basa korosif tertentuDapat merusak jaringan hidup atau material
Class 9Miscellaneous Dangerous Substances and Articlesbaterai lithium tertentu, dry ice, dan artikel tertentu lainnyaBahaya transportasi yang tidak tercakup secara memadai dalam kelas sebelumnya

Beberapa kelas mempunyai subdivision yang lebih spesifik, dan satu barang juga dapat memiliki lebih dari satu jenis bahaya yang relevan. Karena itu, tabel di atas berfungsi sebagai pengantar, bukan alat untuk menentukan klasifikasi shipment secara mandiri.

Mengapa Nama Barang Saja Belum Cukup?

Nama dagang atau nama umum tidak selalu menunjukkan klasifikasi transportasi.

Sebagai contoh, kata “cat” belum menjelaskan apakah produknya termasuk flammable liquid. Demikian pula kata “baterai” belum memberi informasi mengenai chemistry, kapasitas, konfigurasi, atau apakah baterai dikirim sendiri, bersama equipment, atau sudah terpasang di dalam perangkat.

Hal yang sama berlaku pada deskripsi seperti:

  • cairan pembersih;

  • chemical;

  • spare part;

  • mesin;

  • alat elektronik;

  • produk laboratorium;

  • tabung.

Dalam sistem Dangerous Goods, barang tertentu dapat memiliki UN Number dan Proper Shipping Name yang digunakan untuk kebutuhan identifikasi transportasi.

Karena itu, semakin spesifik deskripsi barang yang diberikan kepada pihak logistik, semakin kecil risiko salah memahami karakter shipment.

Hidden Dangerous Goods: Ketika Risiko Tidak Terlihat dari Nama Barang

Tidak semua Dangerous Goods tampil seperti drum bahan kimia dengan simbol peringatan besar.

Ada barang yang dalam penggunaan sehari-hari terlihat biasa, tetapi mengandung komponen yang dapat memengaruhi klasifikasi transportasi. Dalam konteks pengangkutan udara, contoh yang sering perlu diperiksa antara lain perangkat berbaterai, aerosol, dry ice, mesin berbahan bakar, paint, atau equipment yang memiliki komponen tertentu.

Misalnya, satu unit mesin produksi mungkin terlihat seperti general cargo. Namun kondisi pengirimannya dapat berbeda apabila mesin tersebut masih menyimpan:

  • bahan bakar;

  • oli atau cairan operasional;

  • baterai aktif;

  • tabung gas;

  • sumber energi lain.

Hal serupa berlaku pada alat elektronik atau spare part yang ternyata mengandung baterai.

Hidden DG Berbeda dengan Undeclared atau Misdeclared DG

Ketiga istilah ini tidak sebaiknya dianggap sama.

Hidden Dangerous Goods lebih menggambarkan barang yang potensi bahayanya tidak langsung terlihat dari nama atau deskripsi awal.

Undeclared Dangerous Goods berkaitan dengan Dangerous Goods yang tidak dideklarasikan sebagaimana mestinya.

Sementara misdeclared Dangerous Goods berkaitan dengan informasi atau klasifikasi yang disampaikan secara tidak tepat.

Bagi pengirim, pelajarannya sederhana: jangan menyederhanakan nama barang hanya agar proses booking terasa lebih mudah. Informasi yang kurang lengkap justru dapat membuat karakter shipment baru diketahui ketika barang sudah masuk tahap pemeriksaan berikutnya.

Cara Mengecek Barang Sebelum Dijadwalkan Pickup

Anda tidak perlu menjadi ahli Dangerous Goods untuk melakukan pemeriksaan awal. Namun beberapa pertanyaan berikut sebaiknya sudah dapat dijawab sebelum barang diserahkan ke ekspedisi.

1. Apa Nama Barang yang Sebenarnya?

Gunakan nama yang spesifik.

Lebih baik:

mesin pompa dengan baterai terpasang

daripada hanya:

mesin

Begitu juga dengan cairan. Keterangan “cairan pembersih industri” lebih membantu daripada sekadar “cairan”.

2. Apakah Barang Mengandung Cairan, Baterai, Gas, Aerosol, Fuel, atau Sumber Energi?

Komponen tersebut belum tentu otomatis membuat barang menjadi Dangerous Goods, tetapi cukup menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

3. Apakah Ada SDS/MSDS, UN Number, atau Informasi Klasifikasi?

Jika produsen atau supplier menyediakan SDS, pastikan dokumen tersebut sesuai dengan produk yang benar-benar akan dikirim.

UN Number dan informasi transportasi dapat menjadi petunjuk tambahan, tetapi jangan menarik kesimpulan hanya dari satu field.

4. Bagaimana Kondisi Aktual Barang?

Mesin yang sudah dikosongkan dapat memiliki karakter pengiriman berbeda dengan mesin yang masih mengandung fuel, oli, baterai, atau cairan operasional.

Kondisi barang pada saat dikirim sama pentingnya dengan nama produknya.

5. Apakah Kemasan dan Dokumennya Sesuai?

Foto barang dan kemasan membantu memastikan informasi yang diberikan kepada pihak logistik sesuai dengan kondisi aktual.

6. Sudahkah Jenis Barang Dikonsultasikan Sebelum Pickup?

Jika karakter barang belum jelas, jangan langsung menjadwalkan pickup. Pemeriksaan lebih awal dapat mengurangi risiko barang sudah siap diberangkatkan tetapi kemudian diketahui tidak memenuhi ketentuan layanan.

Apa Fungsi UN Number dan Proper Shipping Name?

Dua istilah yang sering muncul dalam Dangerous Goods adalah UN Number dan Proper Shipping Name.

UN Number merupakan nomor empat digit yang digunakan dalam sistem transportasi untuk mengidentifikasi Dangerous Goods atau kelompok barang tertentu.

Proper Shipping Name adalah nama resmi yang digunakan dalam konteks transportasi.

Keduanya tidak berdiri sendiri. Informasi tersebut biasanya perlu dibaca bersama hazard class, subsidiary risk bila ada, Packing Group bila berlaku, ketentuan packaging, dan moda transportasi.

Jika produk mempunyai SDS, informasi terkait transportasi biasanya dapat ditemukan pada Section 14 — Transport Information.

Untuk memahami bagian tersebut lebih jauh, pembaca dapat mempelajari cara membaca SDS/MSDS untuk kebutuhan pengiriman agar fungsi SDS sebagai sumber informasi keselamatan tidak disamakan dengan izin pengangkutan.

Apakah Semua Dangerous Goods Harus Memiliki MSDS?

Tidak tepat jika dibuat aturan sederhana bahwa setiap Dangerous Goods harus memiliki MSDS yang ditempel pada setiap kemasan.

SDS/MSDS merupakan dokumen informasi keselamatan yang dapat membantu proses identifikasi untuk produk tertentu. Namun persyaratan transportasi Dangerous Goods bergantung pada barang, klasifikasi, jumlah, packaging, moda, operator, dan regulasi yang berlaku.

Pada moda udara, misalnya, IATA Dangerous Goods Regulations tidak hanya mengatur SDS. Ketentuannya mencakup classification, packing instructions, packaging specifications, marking, labelling, documentation, acceptance, dan handling.

Dokumentasi transportasi juga dapat mencakup Shipper’s Declaration atau Air Waybill sesuai kondisi shipment.

Jadi, SDS sebaiknya dipahami sebagai salah satu sumber informasi untuk membantu screening dan identifikasi, bukan sebagai izin otomatis untuk mengangkut Dangerous Goods.

Mengapa Aturan Dangerous Goods Berbeda Menurut Moda?

Risiko yang muncul ketika barang berada di truk, kapal, atau pesawat tidak selalu sama. Karena itu, aturan Dangerous Goods juga berbeda menurut moda.

Jalan

Dalam aspek kompetensi sumber daya manusia untuk angkutan barang berbahaya di jalan, PM 77 Tahun 2021 masih berlaku.

Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan pengangkutan Dangerous Goods tidak hanya bergantung pada barang dan kendaraan, tetapi juga kompetensi orang yang menjalankan fungsi tertentu dalam prosesnya.

Pelabuhan dan Laut

Untuk kegiatan di pelabuhan, PM 16 Tahun 2021 mengatur tata cara penanganan dan pengangkutan barang berbahaya di pelabuhan.

Untuk transportasi laut internasional, IMDG Code 2024 Edition incorporating Amendment 42-24 berlaku sejak 1 Januari 2026.

Udara

Untuk Indonesia, PM 32 Tahun 2022 mengatur keselamatan pengangkutan barang berbahaya dengan pesawat udara.

Pada tingkat industri penerbangan internasional, IATA Dangerous Goods Regulations 67th Edition menjadi edisi yang berlaku sepanjang 2026.

IATA juga telah merilis manual untuk 2027 pada September 2026. Namun untuk pengiriman yang berlangsung pada 2026, edisi ke-67 tetap menjadi edisi efektif sampai akhir tahun.

Perbedaan ini penting karena barang yang sama belum tentu memiliki persyaratan identik ketika dikirim melalui darat, laut, dan udara.

Baterai Menjadi Contoh Mengapa Klasifikasi DG Terus Berkembang

Baterai adalah salah satu contoh paling jelas mengapa informasi Dangerous Goods perlu diperiksa dari sumber yang terbaru.

UN Model Regulations Revision 24 memperbarui sejumlah ketentuan terkait cells dan batteries, termasuk hybrid batteries yang menggabungkan lithium-ion dan sodium-ion.

Dalam pengangkutan udara, ketentuan juga dapat berbeda tergantung:

  • lithium-ion, lithium metal, atau sodium-ion;

  • kapasitas atau rating;

  • kondisi baterai;

  • dikirim sendiri;

  • dikemas bersama equipment;

  • terpasang di dalam equipment.

Karena itu, jawaban “barangnya baterai” saja belum cukup untuk menentukan kebutuhan transportasinya.

Bagaimana MUAT Cargo Membantu Mengecek Jenis Barang Sebelum Pickup?

Bagi pelanggan, pemeriksaan jenis barang sejak awal membantu mencegah situasi ketika barang sudah dikemas atau pickup sudah dijadwalkan, tetapi kemudian diketahui membutuhkan klasifikasi atau penanganan yang berbeda.

Untuk barang yang memiliki karakter khusus, siapkan informasi sejelas mungkin sejak awal.

Yang DisiapkanKenapa Penting
Nama dan jenis barang sebenarnyaMenghindari deskripsi terlalu umum
Isi atau komposisi bila relevanMembantu memahami karakter barang
Jumlah koliMengetahui bentuk shipment
Berat dan dimensiMenilai kebutuhan operasional
Foto barang dan kemasanMembandingkan deskripsi dengan kondisi aktual
Kota asal dan tujuanMenilai rute dan moda yang tersedia
SDS/MSDS bila tersediaMembantu membaca karakter dan informasi keselamatan
UN Number atau hazard class bila tersediaMembantu screening klasifikasi

Dangerous Goods dan B3 tidak diterima melalui layanan cargo reguler MUAT Cargo. Untuk barang dengan karakter khusus atau klasifikasi yang belum jelas, pemeriksaan perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum ada keputusan penerimaan.

Kategori seperti cairan, aerosol, baterai, magnet, dry ice, gas, tabung bertekanan, atau mesin dan kendaraan yang masih memiliki fuel, oli, cairan, baterai aktif, atau sumber daya lain sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu.

Dengan cara ini, pelanggan bisa mendapat kejelasan lebih awal sebelum barang masuk proses operasional.

Kalau Barang Bukan Dangerous Goods, Apakah Pasti Bisa Dikirim?

Belum tentu.

Status non-DG bukan satu-satunya syarat penerimaan. Jenis barang, legalitas, kondisi kemasan, berat, dimensi, rute, moda, kapasitas, serta akses pickup dan bongkar tetap dapat memengaruhi keputusan pengiriman.

Jika barang memenuhi ketentuan cargo reguler, barulah kebutuhan seperti rute, berat, volume, jumlah koli, dan pilihan moda dapat diperiksa lebih lanjut.

Untuk muatan besar, berat, banyak koli, stok usaha, mesin, spare part, atau material proyek yang memenuhi ketentuan layanan, layanan cargo darat untuk barang yang memenuhi ketentuan dapat menjadi salah satu pilihan sesuai profil pengiriman.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan pertama adalah menggunakan nama barang yang terlalu umum. Istilah seperti “mesin”, “chemical”, “liquid”, atau “battery” sering belum memberikan informasi yang cukup.

Kesalahan kedua adalah menganggap kemasan yang terlihat rapi berarti barang otomatis aman menjadi general cargo. Klasifikasi ditentukan oleh karakter barang, bukan hanya tampilan luar.

Kesalahan ketiga adalah mengandalkan satu simbol atau label saja. Label memang penting, tetapi sebaiknya dibaca bersama identitas produk, SDS, UN Number, Proper Shipping Name, dan informasi produsen bila tersedia.

Kesalahan keempat adalah menggunakan SDS milik produk lain yang hanya terlihat mirip. Dokumen harus sesuai dengan produk aktual.

Kesalahan kelima adalah menganggap persyaratan darat, laut, dan udara sama. Masing-masing moda memiliki risiko dan aturan yang berbeda.

FAQ Dangerous Goods

Apa yang Dimaksud dengan Dangerous Goods?

Dangerous Goods adalah barang, bahan, atau artikel yang memiliki karakter bahaya tertentu dalam proses transportasi sehingga dapat membutuhkan klasifikasi, kemasan, marking, labelling, dokumentasi, atau penanganan khusus.

Ada Berapa Kelas Dangerous Goods?

Dangerous Goods dibagi menjadi sembilan kelas utama: Explosives, Gases, Flammable Liquids, Class 4 materials, Oxidizing Substances dan Organic Peroxides, Toxic dan Infectious Substances, Radioactive Material, Corrosives, serta Miscellaneous Dangerous Substances and Articles.

Apakah Class 9 Berarti Bahayanya Paling Ringan?

Tidak. Nomor kelas bukan urutan tingkat bahaya. Class 9 menampung berbagai barang dengan bahaya transportasi yang tidak tercakup secara memadai dalam kelas sebelumnya.

Apakah Baterai Termasuk Dangerous Goods?

Sebagian baterai memiliki klasifikasi Dangerous Goods dan ketentuan pengangkutan khusus. Persyaratannya dapat berbeda berdasarkan chemistry, rating, konfigurasi, kondisi, serta cara baterai dikirim.

Apakah Dangerous Goods Sama dengan B3?

Tidak selalu. B3 dan Dangerous Goods mempunyai konteks regulasi yang berbeda meskipun dapat saling beririsan. Dangerous Goods berfokus pada risiko transportasi, sementara B3 memiliki konteks pengelolaan bahan berbahaya dan beracun di Indonesia.

Apakah Semua Dangerous Goods Membutuhkan MSDS?

Tidak dapat digeneralisasikan demikian. SDS/MSDS dapat menjadi sumber informasi penting untuk produk tertentu, tetapi persyaratan transportasi ditentukan berdasarkan klasifikasi barang, moda, packaging, jumlah, operator, dan ketentuan yang berlaku.

Apakah MUAT Cargo Menerima Dangerous Goods?

Dangerous Goods dan B3 tidak diterima melalui layanan cargo reguler MUAT Cargo. Jika karakter barang belum jelas, sampaikan detail produk, foto, kondisi, serta SDS/MSDS atau informasi klasifikasi bila tersedia agar dapat diperiksa sebelum pickup.

Bagaimana Jika Saya Tidak Tahu Barang Saya Termasuk DG atau Bukan?

Jangan menebak. Siapkan nama barang yang spesifik, foto, berat, dimensi, jumlah koli, kemasan, serta SDS/MSDS atau UN Number bila tersedia. Setelah itu, konsultasikan jenis barang dengan tim MUAT Cargo sebelum menjadwalkan pickup.

Periksa Jenis Barang Sebelum Menjadwalkan Pickup

Dangerous Goods bukan hanya drum bahan kimia dengan simbol peringatan besar. Baterai, aerosol, dry ice, mesin dengan fuel atau baterai, serta berbagai barang lain dapat mempunyai ketentuan transportasi yang tidak langsung terlihat dari nama produknya.

Bagi pengirim, langkah terpenting adalah memberikan informasi barang secara lengkap sejak awal. Nama barang, isi, kondisi, kemasan, berat, dimensi, foto, serta dokumen pendukung membantu proses pemeriksaan dilakukan sebelum shipment masuk tahap operasional.

Jika Anda belum yakin apakah barang memenuhi ketentuan cargo reguler, jangan menunggu sampai barang sudah dijadwalkan pickup. Siapkan detail shipment terlebih dahulu lalu konsultasikan jenis barang dengan tim MUAT Cargo agar kebutuhan pengiriman dapat diperiksa dan diarahkan ke layanan yang relevan.

ID/EN/中文
MUAT CARGO
Min. 50kg dari Jakarta, Surabaya dan MakassarDiluar origin MUAT min. kirim 100kg
Code...
MUAT EXPRESS
Khusus Pengiriman 10kg-49kg (drop off) Dari Jakarta, Tangerang & Surabaya (via udara)
Code...
CUSTOMS CLEARANCE
Wajib memiliki NIB dan data pendukung lainnyaTidak Melayani Pengiriman Undername
Code...
PENGIRIMAN FTL & FCL
Trucking & Container | Tidak melayani pengiriman dalam kota
Code...
PENGIRIMAN KENDARAAN & ALAT BERAT
Motor • Mobil • Alat Berat
Code...

Dapatkan Informasi Tarif dan Pengiriman Secara Cepat dan Tepat

*Informasi tarif layanan di bawah ini merupakan harga start from untuk masing-masing kota/kabupaten. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, untuk detail tarif lengkap, silakan hubungi Customer Service kami