
Cara Membuat QRIS untuk Usaha 2026: Bisa Lewat GoPay Merchant, Berapa Biayanya?
Cara membuat QRIS untuk usaha tidak dilakukan dengan membuat barcode sendiri atau mendaftar langsung ke Bank Indonesia. Pemilik usaha perlu mendaftar melalui Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang menyediakan QRIS, melengkapi data merchant, menjalani verifikasi, lalu menunggu QRIS diterbitkan.
Setelah aktif, satu QRIS dapat digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Bank Indonesia menjelaskan bahwa merchant cukup membuka akun pada salah satu PJP QRIS berizin, kemudian dapat menerima pembayaran dari aplikasi PJP lain yang kompatibel dengan QRIS.
Bagi pemilik usaha yang ingin proses berbasis aplikasi, GoPay Merchant menjadi salah satu alternatif. Prosesnya mencakup verifikasi nomor HP, e-KTP dan wajah, pengisian data usaha, hingga pendaftaran rekening pencairan.
Ada pula perubahan biaya yang penting pada 2026. Mulai 1 Oktober 2026, Bank Indonesia memperluas kebijakan MDR QRIS 0% untuk seluruh kategori merchant pada transaksi sampai Rp100.000. Khusus merchant Usaha Mikro, MDR 0% tetap berlaku sampai transaksi Rp500.000.
Jadi, sebelum hanya bertanya “bagaimana cara daftar QRIS?”, pemilik usaha sebaiknya memahami tiga hal sekaligus: cara mendaftar, berapa biaya transaksi, dan bagaimana pembayaran tersebut dicocokkan dengan order usaha.
Cara Membuat QRIS untuk Usaha Secara Singkat

Secara umum, alurnya seperti berikut.
| Tahap | Yang dilakukan |
|---|---|
| Pilih PJP | Pilih bank atau penyedia pembayaran yang menyediakan QRIS |
| Daftar merchant | Buat akun melalui kanal resmi PJP |
| Lengkapi data | Isi identitas dan informasi usaha yang diminta |
| Verifikasi | PJP memeriksa data merchant |
| Merchant ID | Merchant diproses ke sistem QRIS |
| QRIS diterbitkan | Merchant memperoleh QRIS digital atau cetak |
| Uji transaksi | Lakukan transaksi kecil sebelum digunakan rutin |
| Operasional | Pantau pembayaran melalui aplikasi atau dashboard merchant |
Bank Indonesia menjelaskan bahwa merchant perlu mendaftar pada salah satu PJP QRIS, melengkapi data usaha dan dokumen yang diminta, lalu menunggu proses verifikasi, pembuatan Merchant ID, serta penerbitan QRIS.
Lihat informasi resmi QRIS dari Bank Indonesia
Apa Itu QRIS Merchant?
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standar QR Code pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia.
Sebelum standardisasi QRIS, QR dari satu penyedia pembayaran belum tentu dapat digunakan oleh aplikasi penyedia lain. Dengan QRIS, merchant dapat menerima pembayaran menggunakan berbagai aplikasi pembayaran yang kompatibel melalui satu standar QR.
Adopsinya juga sudah luas. Hingga Agustus 2026, Bank Indonesia mencatat QRIS telah menjangkau 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant.
Bagi usaha, manfaatnya bukan hanya mengurangi transaksi tunai. Bank Indonesia juga menyebut transaksi QRIS tercatat secara otomatis, dapat membantu memisahkan uang usaha dan personal, memudahkan rekonsiliasi, serta dapat membangun informasi credit profile merchant.
Jangan Membuat “QRIS” dari Generator QR Biasa
QR Code biasa dan QRIS merchant bukan hal yang sama.
Siapa pun dapat membuat gambar QR yang mengarah ke sebuah teks, tautan, atau informasi tertentu. Namun QRIS untuk menerima pembayaran bisnis harus terhubung dengan PJP yang mendapat persetujuan Bank Indonesia.
Merchant QRIS mempunyai identitas merchant, sistem pencatatan transaksi, rekening atau akun pencairan, serta mekanisme pembayaran yang terhubung dengan ekosistem QRIS.
Karena itu, jika tujuan Anda menerima pembayaran usaha, gunakan bank atau PJP resmi, bukan generator QR acak di internet.
Apa Syarat Membuat QRIS untuk Usaha?
Tidak ada satu daftar dokumen yang otomatis berlaku sama untuk setiap penyedia.
Bank Indonesia menyebut merchant harus melengkapi data usaha dan dokumen yang diminta oleh PJP. Artinya, kebutuhan dokumen dapat menyesuaikan jenis usaha, bentuk badan usaha, serta mekanisme verifikasi penyedia.
Sebagai persiapan awal, pemilik usaha dapat menyiapkan informasi berikut.
| Informasi | Kegunaan |
|---|---|
| Identitas pemilik/pengurus | Verifikasi merchant |
| Nomor HP aktif | Login dan OTP |
| Komunikasi dan akun bila diminta | |
| Nama usaha | Identifikasi merchant |
| Jenis usaha | Klasifikasi merchant |
| Lokasi usaha | Verifikasi dan informasi toko |
| Rekening pencairan | Menerima hasil transaksi |
| Dokumen tambahan | Menyesuaikan jenis usaha dan PJP |
Jangan menggunakan checklist tersebut sebagai pengganti persyaratan resmi PJP. Gunakan aplikasi atau situs penyedia yang dipilih sebagai acuan final.
Cara Daftar QRIS Lewat GoPay Merchant
GoPay Merchant dapat menjadi salah satu alternatif untuk pemilik usaha yang ingin mendaftarkan QRIS melalui aplikasi.
Dokumentasi GoPay saat ini menyebut calon merchant perlu mempunyai usaha berupa barang atau jasa. Untuk proses pendaftaran, pemilik usaha menyiapkan e-KTP asli serta rekening bank yang digunakan untuk pencairan pendapatan.
1. Unduh GoPay Merchant dan verifikasi nomor HP
Unduh aplikasi GoPay Merchant dari toko aplikasi resmi. Setelah membuka aplikasi, masukkan nomor HP kemudian lakukan verifikasi menggunakan OTP.
Gunakan nomor yang memang akan digunakan dalam operasional usaha karena nomor tersebut terhubung dengan akun merchant.
2. Verifikasi identitas pemilik usaha
Pemilik usaha akan diminta melakukan verifikasi identitas.
Dokumentasi GoPay menyebut penggunaan e-KTP serta selfie atau verifikasi wajah. Untuk pendaftaran melalui aplikasi GoPay Merchant saat ini, pemilik usaha harus merupakan WNI dengan e-KTP yang valid.
Gunakan identitas milik sendiri dan pastikan foto e-KTP terbaca jelas.
3. Pilih jenis pendaftaran
GoPay Merchant menyediakan dua kondisi utama.
Merchant dapat memilih punya toko jika mengelola toko offline maupun online. Sementara pilihan tidak punya toko dapat digunakan oleh pelaku usaha atau jasa yang tidak mempunyai lokasi toko tetap.
Pilih berdasarkan keadaan usaha sebenarnya.
4. Lengkapi informasi usaha
Merchant kemudian mengisi informasi seperti nama usaha, nama yang ingin ditampilkan pada QRIS, lokasi, serta jenis usaha.
Nama merchant penting karena pelanggan dapat menggunakannya untuk memastikan QRIS yang dipindai memang milik usaha yang benar.
Setelah data dikirim, GoPay mendaftarkan usaha ke PT Penyelesaian Transaksi Elektronik Nasional (PTEN) untuk memperoleh QRIS.
5. Daftarkan rekening pencairan
Pemilik usaha perlu memilih rekening atau akun tujuan pencairan dana.
Jika menggunakan rekening bank, GoPay mensyaratkan rekening tersebut atas nama pemilik usaha yang terdaftar dan bukan Virtual Account.
Periksa kembali nomor rekening sebelum menyimpan data agar proses pencairan tidak terganggu karena kesalahan informasi.
6. Tunggu QRIS diterbitkan
Setelah proses verifikasi dan registrasi selesai, QRIS akan tersedia di GoPay Merchant dan dapat digunakan menerima pembayaran.
Alur ringkas resmi GoPay saat ini adalah: unduh aplikasi, verifikasi nomor HP, verifikasi data diri, isi detail usaha, daftarkan rekening pencairan, lalu gunakan QRIS setelah berhasil dibuat.
Panduan resmi cara daftar QRIS GoPay Merchant
Apakah Membuat QRIS di GoPay Merchant Gratis?
Halaman produk GoPay Merchant saat ini menampilkan biaya pendaftaran QRIS Rp0. GoPay juga menampilkan promosi MDR 0% dengan catatan bahwa tarif MDR mengikuti peraturan Bank Indonesia.
Namun, jangan mengartikan “gratis daftar” sebagai “semua transaksi QRIS selalu gratis”.
Pemilik usaha perlu membedakan:
| Komponen | Artinya |
|---|---|
| Biaya pendaftaran | Biaya untuk membuat atau mendaftarkan layanan |
| MDR | Biaya transaksi yang berlaku kepada merchant |
| Pencairan | Mekanisme memindahkan saldo merchant ke rekening/akun |
| Layanan tambahan | Fitur lain yang dapat mempunyai ketentuan tersendiri |
Karena biaya dan program PJP dapat berubah, periksa kembali ketentuan yang muncul di aplikasi saat melakukan pendaftaran.
Berapa MDR QRIS Merchant Mulai Oktober 2026?
Ini bagian yang perlu mendapat perhatian khusus karena kebijakan baru mulai berlaku pada 1 Oktober 2026.
Bank Indonesia mengumumkan bahwa MDR 0% diperluas untuk seluruh kategori merchant pada transaksi sampai dengan Rp100.000. Khusus merchant Usaha Mikro, MDR 0% tetap berlaku hingga Rp500.000.
Jika kebijakan baru tersebut digabungkan dengan struktur tarif dasar QRIS yang dipublikasikan Bank Indonesia, gambarannya menjadi:
| Kategori | Nilai transaksi | MDR |
|---|---|---|
| Semua kategori merchant | ≤ Rp100.000 | 0% |
| Usaha Mikro | > Rp100.000–Rp500.000 | 0% |
| Usaha Mikro | > Rp500.000 | 0,3% |
| Usaha Kecil/Menengah/Besar | > Rp100.000 | 0,7% |
| Pendidikan | > Rp100.000 | 0,6% |
| SPBU | > Rp100.000 | 0,4% |
| BLU/PSO/G2P/P2G dan kategori tertentu | Sesuai ketentuan | 0% |
Tarif dasar kategori tersebut masih tercantum pada halaman utama QRIS Bank Indonesia.
Kenapa informasi MDR di internet bisa berbeda?
Merchant dapat menemukan halaman bantuan atau artikel yang masih menampilkan skema sebelum perluasan kebijakan 1 Oktober 2026.
Sebagai contoh, salah satu halaman bantuan GoPay Merchant yang masih terindeks saat artikel ini diperbarui mencantumkan UMI 0% hingga Rp500.000 dan kategori lain 0,7% tanpa menyebut lapisan baru MDR 0% untuk seluruh merchant sampai Rp100.000.
Karena itu, jika terdapat perbedaan antara tabel lama PJP dan kebijakan terbaru BI, gunakan pengumuman Bank Indonesia yang lebih baru sebagai acuan kebijakan MDR nasional.
Baca pengumuman MDR QRIS terbaru Bank Indonesia
Contoh Perhitungan MDR QRIS
Misalnya sebuah merchant Usaha Kecil menerima pembayaran Rp80.000.
Karena transaksi tersebut tidak melebihi Rp100.000, MDR-nya menjadi 0%.
Jika merchant yang sama menerima pembayaran Rp250.000, transaksi tersebut berada di atas batas Rp100.000 sehingga tarif dasar 0,7% kembali berlaku.
Rp250.000 × 0,7% = Rp1.750
Situasinya berbeda untuk merchant Usaha Mikro.
Jika merchant UMI menerima Rp250.000, MDR masih 0% karena batas khusus Usaha Mikro tetap berlaku sampai Rp500.000.
Jika transaksi UMI sebesar Rp750.000:
Rp750.000 × 0,3% = Rp2.250
Inilah sebabnya pertanyaan “berapa potongan QRIS?” tidak tepat dijawab dengan satu persentase tanpa mengetahui kategori merchant dan nominal transaksi.
Apakah Pembeli Dikenakan Biaya Tambahan Saat Bayar QRIS?
Bank Indonesia menyatakan pengguna QRIS tidak dikenakan biaya tambahan untuk menggunakan QRIS. Biaya transaksi QRIS bagi merchant ditetapkan oleh BI.
Bagi pemilik usaha, MDR sebaiknya dimasukkan sebagai bagian dari struktur biaya usaha, bukan diperlakukan sebagai biaya tambahan mendadak ketika pelanggan memilih QRIS.
Jika bisnis juga berjualan melalui marketplace, jangan mencampurkan MDR QRIS dengan komisi platform. Keduanya merupakan komponen yang berbeda.
Untuk melihat bagaimana berbagai potongan dapat menggerus margin seller, baca pembahasan MUAT mengenai biaya admin marketplace 2026.
QRIS Statis atau Dinamis: Mana yang Lebih Cocok?
Bank Indonesia membedakan Merchant Presented Mode menjadi QRIS MPM Statis dan MPM Dinamis.
Pada QRIS statis, merchant menggunakan QR yang sama dan pelanggan memasukkan nominal pembayaran sendiri. Model ini sederhana dan disebut BI cocok untuk usaha mikro dan kecil.
Pada QRIS dinamis, merchant memasukkan nominal transaksi terlebih dahulu kemudian sistem menghasilkan QR berdasarkan transaksi tersebut. Model ini dapat membantu mengurangi risiko salah input nominal dan lebih relevan ketika volume transaksi bertambah.
GoPay Merchant juga menyediakan proses memasukkan nominal transaksi sebelum pelanggan melakukan pembayaran.
Bisakah QRIS Digunakan untuk Jualan Online?
Bisa.
Bank Indonesia menyediakan konsep QRIS Tanpa Tatap Muka untuk transaksi jarak jauh. Merchant dapat membagikan QRIS melalui gambar, katalog, atau invoice sehingga pembeli tidak perlu berada langsung di depan kasir.
GoPay Merchant juga mempunyai fitur Tagih via QRIS. Merchant memasukkan nominal transaksi, dapat menambahkan catatan pesanan, kemudian membagikan QRIS kepada pelanggan melalui kanal komunikasi yang digunakan.
Fitur seperti ini relevan untuk seller yang menerima order dari WhatsApp, Instagram, atau kanal chat lain.
Rekomendasi MUAT Cargo untuk seller online
Jika bisnis menjual barang fisik, sebaiknya gunakan nomor order yang konsisten sejak pembayaran diterima.
Misalnya, catatan internal dapat berbentuk:
ORD-1245 — 3 karton sparepart — tujuan Surabaya
Format tersebut bukan ketentuan QRIS maupun aturan GoPay. Ini merupakan rekomendasi operasional MUAT Cargo agar pembayaran lebih mudah dicocokkan dengan proses barang berikutnya.
Ketika volume order mulai banyak, nomor order yang sama dapat digunakan pada pembayaran, picking, packing list, dan catatan pengiriman.
Pembahasan proses setelah pesanan masuk dapat dilanjutkan melalui artikel MUAT tentang order fulfillment.
Dana QRIS GoPay Merchant Masuk ke Mana?
Hasil transaksi terlebih dahulu tercatat sebagai saldo merchant kemudian dicairkan ke akun pencairan yang telah dipilih.
GoPay Merchant saat ini memungkinkan pemilik usaha menggunakan rekening bank, akun GoPay, atau GoPay Tabungan Usaha by Jago sebagai tujuan pencairan. Pemilihan rekening tersebut dapat memengaruhi metode dan jadwal pencairan.
Pada akun yang memenuhi ketentuan, GoPay juga menyediakan pencairan instan. Fitur ini tersedia untuk tujuan tertentu seperti GoPay, GoPay Tabungan Usaha by Jago, atau bank rekanan, dengan minimum pencairan Rp10.000.
Pada metode yang menggunakan pencairan esok hari, saldo dapat diproses keesokan hari atau hari kerja berikutnya sesuai jadwal yang berlaku.
Karena mekanisme dapat berbeda menurut rekening dan fitur akun, cek halaman Keuangan → Pencairan di aplikasi untuk melihat rekening, metode, serta waktu pencairan toko Anda.
Jangan Menyerahkan Barang Hanya Berdasarkan Screenshot Pembayaran
QRIS membuat pembayaran lebih praktis, tetapi proses verifikasi tetap penting.
Bank Indonesia menyarankan pengguna memastikan nama merchant sebelum melakukan pembayaran dan memastikan notifikasi transaksi diterima setelah pembayaran.
Dari sisi merchant, jangan mengandalkan screenshot pelanggan sebagai satu-satunya bukti bahwa pembayaran berhasil.
Periksa transaksi dari aplikasi atau dashboard merchant, cocokkan nominalnya, kemudian hubungkan dengan order yang benar sebelum barang diserahkan atau diproses.
Prosedur sederhana seperti ini menjadi semakin penting ketika beberapa pelanggan membayar nominal yang sama dalam waktu berdekatan.
Gunakan Transaksi QRIS untuk Rekonsiliasi, Bukan Sekadar Melihat Omzet
Salah satu manfaat QRIS adalah transaksi tercatat secara digital.
Tetapi catatan transaksi akan lebih berguna jika pemilik usaha membedakan antara penjualan, biaya transaksi, biaya marketplace, packing, promosi, dan distribusi.
Omzet Rp100 juta tidak otomatis berarti bisnis mempunyai laba yang besar apabila biaya di belakang transaksi tidak tercatat dengan baik.
Misalnya, sebuah seller dapat menerima pembayaran penuh dari pelanggan tetapi masih mempunyai HPP, komisi marketplace, packing, biaya iklan, dan biaya pengiriman.
Untuk seller yang banyak mengirim barang, pembahasan mengenai pengaruh ongkir terhadap margin dapat dibaca di cara menghitung biaya pengiriman cargo untuk UMKM.
Rekomendasi MUAT Cargo: Hubungkan Pembayaran dengan Proses Order
Dalam pandangan MUAT Cargo, bisnis yang menjual barang fisik sebaiknya tidak menganggap notifikasi “pembayaran berhasil” sebagai akhir sebuah transaksi.
Pembayaran justru menjadi titik ketika proses pemenuhan order mulai bergerak.
Alur sederhana yang dapat digunakan adalah:
pembayaran berhasil → order divalidasi → stok dialokasikan → picking → packing → timbang dan ukur → pengiriman → barang diterima
Mengapa pola ini penting?
Jika pembayaran sudah tercatat tetapi SKU salah, order tetap bermasalah. Jika barang sudah dipicking dengan benar tetapi packing belum selesai, data berat dan dimensinya belum final. Jika berat dan dimensi tidak diketahui, estimasi kebutuhan pengiriman dapat meleset.
Karena itu, setelah packing selesai, catat berat aktual, jumlah koli, serta ukuran akhir barang.
Untuk memahami pengaruh ukuran terhadap perhitungan pengiriman, gunakan panduan rumus dimensi cargo untuk UMKM.
Framework tersebut bukan aturan QRIS atau prosedur Bank Indonesia. Ini merupakan rekomendasi MUAT Cargo untuk membantu seller menghubungkan transaksi digital dengan pergerakan fisik barang.
Ketika Order Mulai Besar, Hitung Distribusinya Sejak Awal
Tidak semua seller yang menggunakan QRIS membutuhkan cargo.
Untuk order kecil dan ringan, layanan paket biasa mungkin sudah cukup. Namun kebutuhan distribusi dapat berubah ketika bisnis mulai mengirim banyak karton, stok antarcabang, barang berat, pallet, perlengkapan usaha, mesin, atau muatan dalam jumlah besar.
Pada tahap tersebut, ongkos kirim sebaiknya tidak dihitung setelah transaksi selesai. Masukkan biaya distribusi ke perhitungan margin sejak awal.
Siapkan data asal, tujuan, jenis barang, jumlah koli, berat setelah packing, dimensi akhir, dan kebutuhan handling sebelum meminta estimasi pengiriman.
MUAT Cargo melayani kebutuhan personal volume besar, UMKM, perusahaan, manufaktur, distributor, dan kebutuhan proyek dengan pilihan layanan cargo dan logistik sesuai karakter barang serta rute.
Jika pengiriman sudah masuk kategori barang besar atau volume yang lebih tinggi, Anda dapat melihat layanan ekspedisi cargo MUAT Cargo atau menggunakan cek ongkir cargo MUAT sebagai estimasi awal untuk rute yang tersedia.
Dengan alur tersebut, digitalisasi usaha tidak berhenti di QR pada meja kasir.
Pembayaran tercatat, order dapat dilacak, barang disiapkan dengan data yang benar, dan biaya distribusi dapat direncanakan sebelum margin habis di akhir transaksi.
FAQ tentang Cara Membuat QRIS untuk Usaha
Apakah membuat QRIS harus melalui Bank Indonesia?
Tidak. Merchant mendaftar melalui PJP QRIS yang mendapat persetujuan Bank Indonesia. PJP tersebut yang menangani proses registrasi, verifikasi, Merchant ID, dan penerbitan QRIS.
Apakah QRIS GoPay hanya bisa dibayar lewat GoPay?
Tidak. QRIS merupakan standar nasional dan dapat digunakan oleh aplikasi pembayaran dari PJP yang mendukung QRIS.
Apakah usaha tanpa toko fisik bisa daftar GoPay Merchant?
Bisa dalam kondisi yang sesuai. GoPay Merchant menyediakan pilihan pendaftaran “tidak punya toko” untuk pelaku usaha atau jasa tanpa toko tetap, serta “punya toko” untuk bisnis offline maupun online.
Apakah membuat QRIS GoPay Merchant gratis?
Halaman produk GoPay Merchant saat ini mencantumkan biaya pendaftaran QRIS Rp0. MDR transaksi tetap mengikuti ketentuan yang berlaku dari Bank Indonesia.
Berapa MDR QRIS sekarang?
Mulai 1 Oktober 2026, transaksi sampai Rp100.000 mendapatkan MDR 0% untuk seluruh kategori merchant. Untuk merchant Usaha Mikro, MDR 0% tetap berlaku sampai Rp500.000. Di atas batas tersebut berlaku tarif sesuai kategori merchant.
Berapa batas maksimum transaksi QRIS?
Bank Indonesia menetapkan maksimum transaksi QRIS sebesar Rp10.000.000 per transaksi. PJP masih dapat menetapkan batas kumulatif harian atau bulanan berdasarkan manajemen risiko masing-masing.
Apakah transaksi QRIS bisa digunakan untuk jualan melalui WhatsApp?
Bisa. QRIS mendukung transaksi tanpa tatap muka dan beberapa PJP mempunyai fitur untuk membagikan tagihan QRIS. GoPay Merchant, misalnya, menyediakan fitur Tagih via QRIS untuk membagikan pembayaran kepada pelanggan.
Setelah pelanggan bayar QRIS, apakah barang langsung boleh diserahkan?
Sebaiknya verifikasi dahulu dari sisi sistem merchant. Cocokkan status berhasil, nominal, serta order pelanggan sebelum barang diserahkan atau dikirim.
Kesimpulan
Cara membuat QRIS untuk usaha dimulai dengan memilih PJP resmi, melakukan registrasi merchant, melengkapi identitas dan data usaha, menjalani verifikasi, kemudian menunggu QRIS diterbitkan.
GoPay Merchant dapat menjadi salah satu alternatif bagi pemilik usaha yang ingin menjalankan proses tersebut melalui aplikasi. Merchant perlu melakukan verifikasi identitas, melengkapi informasi usaha, serta menentukan rekening atau akun pencairan.
Untuk biaya, perhatikan kebijakan terbaru. Sejak 1 Oktober 2026, transaksi QRIS sampai Rp100.000 memperoleh MDR 0% untuk seluruh kategori merchant. Merchant Usaha Mikro tetap memperoleh MDR 0% hingga Rp500.000.
Bagi usaha yang menjual produk fisik, manfaat QRIS akan lebih besar jika data pembayarannya dihubungkan dengan proses order.
Pembayaran yang rapi membantu memastikan order yang benar diproses. Data order yang rapi membantu picking dan packing. Data packing yang akurat membantu menghitung kebutuhan distribusi.
Dengan begitu, QRIS bukan hanya alat menerima uang, tetapi menjadi salah satu bagian dari operasional bisnis yang lebih tertata.