CY atau CFS? Pahami Titik Serah FCL dan LCL Sebelum Membandingkan Tarif
- Nizar Alwan

Anda menerima penawaran pengiriman kontainer dengan keterangan CY–Port. Harganya terlihat menarik, tetapi apakah tarif tersebut sudah mencakup pengambilan barang dari gudang, stuffing, perjalanan laut, hingga pengantaran ke alamat penerima?
Belum tentu.
Istilah CY dan CFS sering muncul dalam quotation, booking confirmation, shipping instruction, atau Bill of Lading. Sayangnya, istilah tersebut juga kerap dianggap sekadar penanda apakah pengiriman menggunakan FCL atau LCL.
Padahal, CY dan CFS memiliki fungsi yang lebih spesifik.
Secara sederhana, CY berhubungan dengan penanganan kontainer sebagai satu unit, sedangkan CFS berhubungan dengan penanganan barang yang akan dimasukkan ke atau dikeluarkan dari kontainer.
Memahami perbedaan CY dan CFS akan membantu Anda membaca titik serah pengiriman, mengetahui proses yang masih perlu diatur, dan membandingkan dua penawaran dengan cakupan yang setara.
Apa Itu CY dan CFS?
CY adalah Container Yard
CY merupakan singkatan dari Container Yard, yaitu area yang digunakan untuk menerima, menyusun, menyimpan sementara, dan memindahkan kontainer sebelum dimuat ke kapal atau setelah diturunkan dari kapal.
Kontainer yang masuk ke CY biasanya sudah dalam keadaan utuh. Kontainer tersebut dapat berupa unit berisi barang maupun kontainer kosong, tergantung proses dan kebutuhan operasionalnya.
Aktivitas yang umum berlangsung di CY meliputi:
gate-in dan gate-out kontainer;
pemindahan kontainer;
penataan atau stacking;
persiapan kontainer untuk dimuat ke kapal;
penyimpanan sementara setelah kontainer diturunkan.
CY dapat berada di dalam terminal pelabuhan, terminal peti kemas, atau fasilitas lain yang ditentukan oleh operator.
CFS adalah Container Freight Station
CFS merupakan singkatan dari Container Freight Station, yaitu fasilitas tempat barang diterima dan ditangani sebelum masuk ke kontainer atau setelah dikeluarkan dari kontainer.
Barang yang masuk ke CFS biasanya masih berbentuk koli, pallet, peti, karung, atau muatan lepas lainnya.
Aktivitas yang umum dilakukan di CFS antara lain:
penerimaan barang;
pemeriksaan jumlah dan kondisi kemasan;
konsolidasi barang;
stuffing ke dalam kontainer;
stripping atau pembongkaran kontainer;
pemisahan barang berdasarkan dokumen atau penerima;
penyimpanan sementara sebelum barang diambil atau dikirimkan.
Menurut penjelasan Maersk mengenai CY dan CFS, Container Yard lebih berfokus pada penyimpanan dan penanganan kontainer, sedangkan Container Freight Station menangani proses konsolidasi, dekonsolidasi, stuffing, dan stripping barang.
Dalam praktiknya, CY dan CFS memiliki fungsi operasional yang berbeda, meskipun keduanya dapat berada dalam satu kompleks terminal atau dikelola oleh operator yang sama. Sebagai contoh, fasilitas resmi TPK Semarang mencantumkan beberapa area Container Yard sekaligus fasilitas Container Freight Station.
| Perbedaan | Container Yard atau CY | Container Freight Station atau CFS |
|---|---|---|
| Fokus utama | Kontainer sebagai satu unit | Barang yang akan masuk atau keluar dari kontainer |
| Bentuk fasilitas | Lapangan penumpukan, terminal, atau yard | Gudang atau area penanganan kargo |
| Aktivitas umum | Gate-in, gate-out, stacking, pemindahan kontainer | Konsolidasi, stuffing, stripping, sortasi |
| Bentuk barang | Umumnya sudah berada di dalam kontainer | Umumnya masih berupa koli, pallet, peti, atau loose cargo |
| Hal yang diperiksa | Cut-off kontainer, gate, lokasi penumpukan | Cut-off barang, handling, storage, konsolidasi |
CY dan CFS Berbeda dengan FCL dan LCL
CY, CFS, FCL, dan LCL memang sering muncul dalam pembahasan yang sama. Namun, keempatnya menjawab pertanyaan yang berbeda.
FCL dan LCL menjelaskan bagaimana ruang di dalam kontainer digunakan.
FCL atau Full Container Load berarti satu kontainer digunakan secara khusus untuk satu pengiriman atau satu customer. Kontainer tidak harus selalu terisi hingga 100 persen. Hal yang membedakan FCL adalah ruang kontainernya tidak dibagi dengan barang milik customer lain.
LCL atau Less than Container Load berarti barang hanya menggunakan sebagian ruang kontainer. Barang tersebut kemudian dikonsolidasikan bersama kiriman lain yang memiliki jalur sesuai.
Sementara itu, CY dan CFS menjelaskan fasilitas atau lokasi tempat kontainer dan barang ditangani.
Cara sederhananya:
FCL dan LCL menjawab, “Apakah ruang kontainer digunakan sendiri atau dibagi?”
CY dan CFS menjawab, “Dalam bentuk apa barang atau kontainer diterima, diproses, dan diserahkan?”
FCL memang lebih sering berkaitan dengan CY karena kontainer bergerak sebagai satu unit. LCL lebih sering berkaitan dengan CFS karena barang dari beberapa pengirim perlu dikumpulkan, dimuat, dibongkar, dan dipisahkan kembali.
Namun, hubungan tersebut bukan aturan mutlak.
Barang FCL juga dapat melewati CFS apabila membutuhkan stuffing, stripping, pemeriksaan, pemisahan barang, atau layanan penanganan tambahan.
Untuk memahami perbedaan penggunaan ruang kontainer secara lebih lengkap, Anda dapat membaca panduan perbedaan FCL dan LCL.
Bagaimana Alur FCL Melalui CY?
Pada pengiriman FCL, pengirim menggunakan satu kontainer secara khusus. Proses stuffing dapat dilakukan di gudang pengirim, depo, fasilitas logistik, atau lokasi lain yang sudah disepakati.
Alur umumnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Pengambilan kontainer kosong → lokasi stuffing → CY asal → kapal → CY tujuan → lokasi stripping → pengembalian kontainer kosong
Setelah kontainer kosong tersedia, unit dibawa menuju lokasi stuffing. Barang kemudian ditata, diamankan, dan diperiksa sebelum pintu kontainer ditutup.
Nomor kontainer dan nomor segel sebaiknya dicatat dalam dokumen pengiriman. Kontainer kemudian dibawa menuju CY asal untuk proses gate-in dan ditempatkan pada area yang ditentukan sebelum dimuat ke kapal.
Sesampainya di pelabuhan tujuan, kontainer diturunkan dan ditempatkan di CY tujuan. Setelah proses administrasi dan pelepasan selesai, kontainer dapat diambil untuk dibawa menuju lokasi stripping.
Kontainer kosong kemudian perlu dikembalikan ke depo atau titik yang ditentukan sesuai batas waktu yang berlaku.
Urutan aktual dapat berbeda menurut carrier, terminal, rute, lokasi stuffing, serta cakupan layanan yang tercantum dalam quotation.
Bagaimana Alur LCL Melalui CFS?
Pada pengiriman LCL, barang tidak langsung bergerak sebagai satu kontainer khusus. Barang biasanya dikirimkan atau dijemput dalam bentuk koli, pallet, peti, atau kemasan lainnya.
Alur umumnya:
Lokasi pengirim → CFS asal → konsolidasi dan stuffing → CY asal → kapal → CY tujuan → CFS tujuan → stripping dan pemisahan barang → penerima
Di CFS asal, jumlah, label, dokumen, dan kondisi kemasan barang diperiksa. Barang kemudian dikelompokkan bersama kiriman lain dengan jalur yang sesuai.
Setelah proses konsolidasi selesai, barang dimasukkan dan ditata ke dalam kontainer. Kontainer tersebut kemudian dibawa ke CY asal sebelum dimuat ke kapal.
Di tujuan, kontainer dibawa dari CY menuju CFS untuk dibuka. Barang dikeluarkan, dicatat, lalu dipisahkan berdasarkan dokumen pengiriman atau penerimanya.
Karena setiap koli melewati lebih banyak proses pemindahan, pengiriman LCL membutuhkan perhatian lebih pada:
kekuatan packing;
kejelasan label;
jumlah koli;
bentuk barang;
titik angkat;
ketahanan terhadap tekanan atau tumpukan.
Pembahasan lebih lengkap mengenai proses pembongkaran dapat dibaca dalam panduan stripping container.
Apa Arti CY/CY, CFS/CFS, CY/CFS, dan CFS/CY?
Selain digunakan sebagai nama fasilitas, CY dan CFS juga dapat ditulis berpasangan dalam dokumen pengiriman.
Istilah pertama umumnya menunjukkan bentuk penerimaan atau fasilitas di sisi asal. Istilah kedua menunjukkan bentuk penyerahan atau fasilitas di sisi tujuan.
Glosarium OOCL/CargoSmart mengelompokkan CY/CY, CFS/CFS, CY/CFS, dan CFS/CY sebagai klasifikasi pergerakan kargo.
| Kode pergerakan | Kondisi di sisi asal | Kondisi di sisi tujuan | Penggunaan yang umum |
|---|---|---|---|
| CY/CY | Kontainer utuh diterima di CY asal | Kontainer utuh diserahkan di CY tujuan | Umum pada FCL |
| CFS/CFS | Barang lepas diterima di CFS asal | Barang diserahkan kembali dalam bentuk loose cargo | Umum pada LCL |
| CFS/CY | Barang lepas diterima dan dimuat ke kontainer | Kontainer diserahkan sebagai satu unit utuh | Konsolidasi atau stuffing di sisi asal |
| CY/CFS | Kontainer utuh diterima di CY asal | Barang dibongkar dan diserahkan sebagai loose cargo | Stripping dilakukan di sisi tujuan |
CY/CY
Dalam pola CY/CY, pengirim atau pihak yang ditunjuk menyerahkan kontainer yang sudah dimuat ke CY asal.
Kontainer kemudian diangkut menuju CY tujuan dan diserahkan dalam keadaan tetap utuh. Pola ini sering digunakan untuk FCL karena barang tidak perlu dikonsolidasikan dengan kiriman customer lain.
Namun, CY/CY belum otomatis berarti layanan dimulai dari gudang pengirim atau berakhir di gudang penerima. Trucking dari dan menuju CY tetap harus diperiksa dalam quotation.
CFS/CFS
Dalam pola CFS/CFS, barang diterima dalam bentuk loose cargo di CFS asal.
Barang kemudian dimuat ke dalam kontainer bersama kiriman lain atau ditangani sesuai booking. Setelah tiba di tujuan, kontainer dibuka di CFS dan barang diserahkan kembali dalam bentuk loose cargo.
Pola ini paling sering ditemukan pada pengiriman LCL.
CFS/CY
Dalam pola CFS/CY, barang diterima dalam bentuk loose cargo di sisi asal dan dimuat ke dalam kontainer.
Di sisi tujuan, kontainer diserahkan sebagai satu unit utuh melalui CY atau titik CY yang tercantum dalam dokumen.
Kode ini tidak otomatis menjelaskan jumlah pengirim, jumlah penerima, atau pihak yang akan melakukan stripping. Detail tersebut tetap mengikuti Bill of Lading, booking, dan kesepakatan pengiriman.
CY/CFS
Dalam pola CY/CFS, shipper menyerahkan kontainer yang telah dimuat di sisi asal.
Setelah tiba di tujuan, kontainer dibawa ke CFS untuk dibuka. Barang kemudian diserahkan dalam bentuk loose cargo sesuai dokumen pengiriman.
Pola ini dapat digunakan ketika stuffing dilakukan oleh shipper, tetapi proses stripping dan penyerahan barang dilakukan melalui CFS tujuan.
Apakah CY/CY dan CFS/CFS Sama dengan Incoterms?
Tidak.
CY/CY, CFS/CFS, CY/CFS, dan CFS/CY merupakan service mode atau klasifikasi yang membantu menjelaskan bagaimana carrier menerima dan menyerahkan barang atau kontainer.
Sementara itu, Incoterms mengatur pembagian kewajiban, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli dalam transaksi perdagangan.
Keduanya dapat muncul dalam satu pengiriman, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
Sebagai contoh, sebuah transaksi dapat menggunakan Incoterm tertentu sekaligus menggunakan service mode CY/CY. Untuk memahami tanggung jawab secara menyeluruh, tetap periksa kontrak jual beli, quotation logistik, booking, dan Bill of Lading.
Apakah Kode CY/CFS Menjelaskan Seluruh Tanggung Jawab?
Tidak.
Kode CY/CFS membantu menggambarkan bentuk penerimaan dan penyerahan barang oleh carrier. Namun, kode tersebut tidak selalu menjelaskan seluruh pekerjaan dari gudang pengirim hingga alamat penerima.
CY/CY, misalnya, belum otomatis menjawab:
siapa yang mengambil kontainer kosong;
siapa yang mengatur trucking menuju lokasi stuffing;
siapa yang melakukan stuffing;
apakah lashing termasuk;
siapa yang mengambil kontainer dari CY tujuan;
siapa yang mengembalikan kontainer kosong.
Hal serupa berlaku pada CFS/CFS. Kode tersebut belum otomatis menjelaskan apakah pickup barang, packing tambahan, penyimpanan sementara, atau delivery ke alamat penerima sudah masuk ke dalam harga.
Sebelum menyetujui pengiriman, periksa:
quotation;
booking confirmation;
shipping instruction;
Bill of Lading;
place of receipt;
port of loading;
port of discharge;
place of delivery;
daftar biaya yang termasuk dan tidak termasuk.
Jangan menggunakan kode movement sebagai satu-satunya dasar untuk menilai cakupan layanan.
Cut-Off CY dan CFS Bisa Berbeda
Dalam pengiriman FCL, cut-off CY biasanya mengacu pada batas waktu terakhir kontainer dapat melakukan gate-in agar dapat mengikuti kapal yang telah dipesan.
Pada pengiriman LCL, barang perlu tiba di CFS lebih awal karena masih harus melewati proses pemeriksaan, pengelompokan, konsolidasi, dan stuffing.
Karena itu, cut-off barang di CFS dapat berbeda dari closing atau cut-off kontainer di CY.
Barang yang datang terlambat berisiko:
dipindahkan ke jadwal keberangkatan berikutnya;
memerlukan penyimpanan tambahan;
terkena biaya handling ulang;
mengganggu jadwal distribusi di tujuan.
Sebelum mengirimkan barang, tanyakan secara spesifik batas penerimaan barang atau kontainer, lokasi gate atau gudang, dokumen yang diperlukan, serta konsekuensi apabila barang datang melewati cut-off.
Mengapa CY dan CFS Dapat Memengaruhi Biaya?
CY dan CFS bukan nama satu jenis tarif.
Biaya muncul karena adanya aktivitas penanganan, penggunaan fasilitas, penyimpanan, trucking, alat bantu, serta proses pengiriman di sekitar fasilitas tersebut.
Dua penawaran dengan ukuran kontainer dan rute yang sama dapat memiliki nilai berbeda karena cakupan pekerjaannya tidak sama.
| Komponen | Hal yang perlu dikonfirmasi |
|---|---|
| Titik awal layanan | Gudang, CFS, CY, depo, atau pelabuhan |
| Titik akhir layanan | CY, CFS, pelabuhan, atau alamat penerima |
| Trucking origin | Siapa yang membawa barang atau kontainer ke titik asal |
| Stuffing dan stripping | Apakah sudah termasuk dalam penawaran |
| Handling | Lift-on/lift-off, forklift, crane, atau tenaga bongkar |
| Packing dan pengamanan | Pallet, lashing, pengganjal, atau packing tambahan |
| Penyimpanan | Free time dan waktu mulai perhitungan biaya |
| Trucking destination | Siapa yang mengatur pengiriman setelah barang dilepas |
| Asuransi | Termasuk atau perlu ditambahkan |
| Kondisi khusus | Waiting time, pemeriksaan, akses sulit, atau perubahan jadwal |
Storage, Demurrage, dan Detention Tidak Sama
Ketiga istilah ini sering dibicarakan bersamaan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
| Istilah | Penjelasan praktis |
|---|---|
| Storage | Biaya penyimpanan atau penumpukan barang maupun kontainer di fasilitas tertentu |
| Demurrage | Umumnya dikenakan ketika kontainer masih berada di terminal melewati free time |
| Detention | Umumnya dikenakan ketika kontainer berada di luar terminal melewati batas waktu pengembalian |
Ketentuan, nama biaya, free time, dan cara perhitungannya dapat berbeda menurut carrier, terminal, rute, dan kontrak.
Karena itu, mintalah rincian biaya secara tertulis dan jangan menganggap semua biaya keterlambatan sebagai komponen yang sama.
Mengapa Quotation Lebih Murah Belum Tentu Lebih Hemat?
Bayangkan sebuah perusahaan ingin mengirim satu kontainer dari Jakarta menuju Makassar.
Perusahaan menerima dua penawaran.
Penawaran A hanya mencakup perjalanan dari CY asal hingga pelabuhan atau titik tujuan tertentu.
Penawaran B mencakup penjemputan barang, stuffing, perjalanan laut, pengambilan kontainer di tujuan, dan delivery menuju gudang penerima.
Secara angka awal, Penawaran A terlihat lebih murah.
Namun, pengirim masih perlu menghitung:
pengambilan kontainer kosong;
trucking menuju lokasi stuffing;
biaya stuffing;
lashing atau pengamanan barang;
trucking di kota tujuan;
alat bongkar;
waktu tunggu;
pengembalian kontainer kosong.
Setelah seluruh biaya dijumlahkan, selisih kedua penawaran bisa mengecil atau bahkan berbalik.
Karena itu, sebelum membandingkan harga, samakan terlebih dahulu titik awal layanan, titik akhir layanan, dan pekerjaan yang termasuk.
Apa Arti CY–Port pada Rate Card MUAT Cargo?
Pada halaman jasa pengiriman kontainer FCL MUAT, istilah CY–Port digunakan untuk menunjukkan cakupan tarif dasar dari origin CY Jakarta atau Surabaya menuju pelabuhan tujuan yang tercantum.
CY–Port pada rate card MUAT tidak otomatis sama dengan kode movement CY/CY dalam booking atau Bill of Lading.
CY–Port merupakan label cakupan komersial pada rate card. Detail titik serah, fasilitas tujuan, serta tanggung jawab aktual akan diperjelas kembali dalam quotation.
Tarif dasar CY–Port juga tidak otomatis mencakup seluruh kebutuhan berikut:
trucking dari lokasi pengirim;
stuffing dan stripping;
alat bantu bongkar muat;
packing dan lashing;
asuransi;
delivery ke alamat penerima;
feeder atau distribusi lanjutan;
waktu tunggu dan kondisi khusus.
Dengan kata lain, rate card CY–Port sebaiknya digunakan sebagai referensi tarif dasar, bukan sebagai perhitungan otomatis biaya total door-to-door.
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Meminta Penawaran
Data yang lengkap membantu tim logistik menentukan apakah kebutuhan lebih sesuai menggunakan FCL, LCL, CY–Port, port-to-port, atau layanan dengan pickup dan delivery.
Siapkan informasi berikut:
| Data | Kegunaannya |
|---|---|
| Alamat asal | Menilai kebutuhan pickup, trucking, dan akses kendaraan |
| Kota atau pelabuhan tujuan | Menentukan jalur dan distribusi lanjutan |
| Jenis barang | Menentukan kesesuaian layanan dan cara handling |
| Jumlah koli atau pallet | Menilai kebutuhan ruang dan proses bongkar |
| Berat aktual | Memeriksa kapasitas dan alat yang dibutuhkan |
| Dimensi setelah packing | Memperkirakan volume dan pilihan unit |
| Foto barang | Melihat bentuk, kondisi kemasan, dan titik angkat |
| Kondisi akses | Memastikan trailer, truk, forklift, atau crane dapat masuk |
| Target pengiriman | Menyesuaikan jadwal, cut-off, dan moda |
| Cakupan layanan | Menentukan titik awal dan akhir quotation |
Sebelum menentukan unit, baca juga panduan pengiriman container untuk memahami akses trailer, stuffing, alat bantu, dan persiapan barang.
Ukuran kontainer tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan perkiraan. Berat, dimensi, bentuk barang, cara penyusunan, kapasitas lantai, bukaan pintu, serta kebutuhan pengamanan perlu diperiksa bersama.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah CY sama dengan pelabuhan?
Tidak. CY merupakan salah satu fasilitas yang dapat berada di dalam area pelabuhan atau terminal peti kemas. Pelabuhan juga dapat memiliki dermaga, gate, gudang, CFS, dan fasilitas lainnya.
Apakah CFS hanya digunakan untuk LCL?
Tidak selalu. CFS memang sering digunakan untuk konsolidasi dan dekonsolidasi LCL. Namun, CFS juga dapat menangani FCL yang membutuhkan stuffing, stripping, pemeriksaan, atau layanan tambahan.
Apakah CY/CY sama dengan Incoterms?
Tidak. CY/CY menjelaskan service mode atau bentuk penerimaan dan penyerahan kontainer oleh carrier. Incoterms mengatur pembagian biaya, risiko, dan kewajiban antara penjual dan pembeli.
Apakah CY–Port sama dengan CY/CY?
Tidak otomatis. CY/CY merupakan kode pergerakan kargo, sedangkan CY–Port pada rate card MUAT merupakan label cakupan tarif dasar. Detail layanan tetap mengikuti quotation.
Apakah tarif CY–Port sudah termasuk pengantaran ke alamat?
Tidak otomatis. Trucking, stuffing, stripping, alat bantu, packing, asuransi, dan delivery perlu dikonfirmasi dalam rincian penawaran.
Apa perbedaan cut-off CFS dan CY?
Cut-off CFS merupakan batas penerimaan barang sebelum konsolidasi dan stuffing. Cut-off CY merupakan batas kontainer melakukan gate-in agar dapat mengikuti jadwal kapal yang dipesan.
Mana yang lebih murah, CY atau CFS?
Tidak dapat ditentukan hanya dari nama fasilitasnya. Biaya bergantung pada aktivitas, volume, handling, penyimpanan, trucking, alat bantu, serta cakupan layanan yang dipilih.
Pahami Titik Serah Sebelum Menyetujui Penawaran
CY berfokus pada penanganan kontainer sebagai satu unit. CFS berfokus pada barang yang akan dimasukkan ke atau dikeluarkan dari kontainer.
FCL dan LCL menjelaskan penggunaan ruang kontainer, sedangkan CY/CY, CFS/CFS, CY/CFS, dan CFS/CY membantu menggambarkan bagaimana barang atau kontainer diterima dan diserahkan.
Namun, kode tersebut belum cukup untuk menjelaskan seluruh biaya dan tanggung jawab pengiriman.
Sebelum menyetujui quotation, pastikan Anda memahami titik awal dan akhir layanan, proses yang termasuk, biaya tambahan, lokasi stuffing atau stripping, cut-off, trucking, serta kebutuhan alat bantu.
Untuk mendiskusikan kebutuhan FCL atau LCL, siapkan jenis barang, jumlah, berat, dimensi, foto, lokasi asal, tujuan, kondisi akses, dan cakupan layanan yang diperlukan.
Konsultasikan kebutuhan pengiriman melalui WhatsApp MUAT Cargo agar pilihan layanan dan ruang lingkup penawaran dapat diperiksa sebelum proses pengiriman dimulai.



