
Putaway Adalah: Proses Penempatan Barang setelah Receiving Gudang
Putaway adalah proses memindahkan barang yang telah diterima di gudang menuju lokasi penyimpanan yang ditentukan, kemudian memastikan penempatan tersebut tercatat dengan benar. Proses ini biasanya berlangsung setelah receiving dan pemeriksaan penerimaan, sebelum barang disimpan untuk kebutuhan persediaan atau aktivitas operasional berikutnya.
Pekerjaan putaway tidak selesai hanya karena barang sudah diletakkan di rak. Petugas juga harus memastikan identitas barang, jumlah yang dipindahkan, lokasi fisik, dan catatan persediaan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Bayangkan satu pallet suku cadang telah diterima dan dipindahkan ke rak B-04. Secara fisik, barang sudah tersimpan. Namun, jika sistem masih menunjukkan bahwa pallet tersebut berada di area receiving, staf yang membutuhkan barang itu mungkin akan mencari di lokasi yang salah.
Inilah alasan putaway menjadi bagian penting dari pengelolaan gudang. Kegiatan yang terlihat sederhana ini menentukan apakah stok dapat ditemukan kembali, ditelusuri pergerakannya, dan diproses tanpa pencarian atau pemindahan tambahan.
Posisi Putaway dalam Operasional Gudang
Receiving dan putaway merupakan dua aktivitas yang berhubungan, tetapi memiliki tanggung jawab berbeda.
Receiving memastikan barang yang datang dicatat dan diperiksa sesuai prosedur. Putaway menangani pemindahan barang menuju lokasi penyimpanan yang benar.
Secara umum, alurnya adalah:
Receiving → Pemeriksaan Barang → Penetapan Status → Penentuan Lokasi → Pemindahan → Konfirmasi Putaway → Storage
Urutan tersebut dapat berbeda menurut sistem gudang dan karakter barang. Sebagian barang perlu melalui quality control, pelabelan, pengemasan ulang, atau area penyimpanan sementara sebelum ditempatkan di lokasi akhir.
Barang yang belum lolos pemeriksaan juga tidak boleh otomatis dianggap sebagai stok yang siap digunakan. Statusnya dapat berupa hold, quarantine, atau status lain sesuai prosedur pengendalian persediaan.
Dalam pembahasan alur operasional gudang, tahapan receiving hingga dispatch dijelaskan sebagai satu rangkaian. Putaway merupakan titik kontrol khusus yang memastikan perpindahan dari area penerimaan menuju penyimpanan terlaksana dan terdokumentasi.
Dengan demikian, tujuan putaway bukan hanya mengosongkan area receiving, tetapi membuat barang mempunyai lokasi penyimpanan yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Apa yang Harus Dipastikan Sebelum Putaway Dimulai?
Barang yang telah dibongkar belum tentu siap dipindahkan ke storage. Tim gudang perlu memastikan informasi dan kondisi yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan penempatan.
Setidaknya, ada lima hal yang perlu diperhatikan.
Identitas dan jumlah barang sudah jelas
Operator harus dapat mengenali barang yang akan dipindahkan berdasarkan SKU, kode produk, nomor pallet, handling unit, label, atau identitas lain yang digunakan gudang.
Jumlah barang juga harus diketahui. Misalnya, satu pallet berisi 40 karton dengan SKU tertentu. Informasi ini membantu operator memastikan bahwa barang yang dipindahkan sesuai dengan instruksi kerja.
Jika jumlah fisik tidak sama dengan catatan penerimaan, selisih tersebut harus ditangani melalui prosedur pemeriksaan sebelum transaksi yang tidak sesuai dikonfirmasi.
Status barang memungkinkan penempatan
Gudang perlu membedakan barang yang boleh masuk penyimpanan normal dengan barang yang masih memerlukan pemeriksaan atau penanganan khusus.
Produk dengan kemasan rusak, label tidak sesuai, atau status kualitas yang belum jelas mungkin perlu ditempatkan di area terkendali.
Status tersebut tidak selalu berarti seluruh perpindahan fisik dihentikan. Barang dapat dipindahkan ke lokasi hold atau quarantine yang ditentukan, tetapi tidak seharusnya langsung dicampur dengan stok yang sudah dinyatakan layak digunakan.
Lokasi penyimpanan sudah tersedia
Petugas perlu mengetahui lokasi tujuan dan memastikan lokasinya dapat digunakan.
Pemilihan lokasi harus mempertimbangkan kapasitas, ukuran barang, berat, karakter kemasan, dan kebutuhan akses.
Rak yang terlihat kosong belum tentu cocok untuk semua jenis barang.
Metode pemindahan sesuai dengan barang
Barang kecil mungkin dapat dipindahkan menggunakan trolley. Pallet dengan berat tertentu dapat memerlukan pallet jack, forklift, atau reach truck.
Pemilihan alat harus mengikuti karakter muatan, kondisi lantai, kemampuan peralatan, akses, dan prosedur keselamatan gudang.
Perpindahan dapat dikonfirmasi
Sebelum pekerjaan dimulai, perlu tersedia cara untuk mencatat bahwa barang telah dipindahkan.
Gudang dapat menggunakan warehouse management system (WMS), aplikasi inventory, scanner, spreadsheet, atau dokumen manual.
Teknologi yang digunakan dapat berbeda, tetapi tujuan pencatatannya sama: memastikan informasi lokasi sesuai dengan keadaan fisik.
Proses Putaway dari Receiving sampai Konfirmasi Lokasi
Dalam praktik pergudangan, putaway merupakan rangkaian pekerjaan yang melibatkan instruksi, pergerakan fisik, pemeriksaan lokasi, dan pembaruan data.
Berikut tahapan yang dapat digunakan untuk memahami prosesnya.
1. Barang dilepas dari proses receiving
Proses dimulai ketika barang sudah memiliki informasi penerimaan yang diperlukan dan dinyatakan boleh masuk ke jalur penempatan yang sesuai.
Sebagai contoh, gudang menerima 10 pallet komponen industri. Setelah pemeriksaan, delapan pallet dapat masuk storage normal, sedangkan dua pallet masih menunggu penyelesaian perbedaan label.
Dalam kondisi tersebut, delapan pallet dapat melanjutkan proses putaway normal. Dua pallet lainnya diarahkan ke area atau status pengendalian yang sesuai.
Pemisahan seperti ini membantu mencegah barang dengan status berbeda tercampur di satu lokasi tanpa kontrol.
2. Lokasi tujuan ditentukan
Petugas atau sistem kemudian menentukan destination location.
Lokasi dapat berupa floor storage, pallet rack, shelf, storage bin, atau area lain sesuai tata letak gudang.
Dalam gudang yang menggunakan WMS, aturan lokasi dapat dikonfigurasi berdasarkan karakter produk, kapasitas dan kriteria penyimpanan.
Sebagai contoh, Microsoft Dynamics 365 menjelaskan penggunaan location directives untuk membantu menentukan lokasi pengambilan dan penempatan inventory berdasarkan aturan yang dikonfigurasi.
Lokasi terbaik tidak selalu berarti lokasi yang paling dekat dari receiving.
Jika sebuah pallet terlalu berat untuk rak tertentu, sistem atau operator harus memilih lokasi yang aman dan memenuhi ketentuan penyimpanan.
3. Tugas putaway diberikan kepada operator
Setelah lokasi diketahui, operator memperoleh instruksi untuk memindahkan barang.
Dalam sistem manual, instruksi dapat berupa daftar pekerjaan atau lembar perpindahan.
Pada gudang berbasis WMS, instruksi tersebut dapat ditampilkan sebagai warehouse task pada perangkat mobile.
Informasi yang umumnya diperlukan mencakup:
- identitas barang atau handling unit;
- jumlah yang harus dipindahkan;
- source location;
- destination location;
- nomor atau referensi pekerjaan;
- instruksi handling yang relevan.
Tahap ini membantu memisahkan pekerjaan yang sudah direncanakan dari perpindahan yang benar-benar telah dilaksanakan.
4. Operator mengambil dan memindahkan barang
Operator mengambil barang dari lokasi asal, kemudian membawanya menuju destination location.
Pada tahap ini, petugas perlu memastikan barang yang diambil sesuai dengan tugas.
Jika perusahaan menggunakan scanner, identitas pallet atau handling unit dapat dipindai untuk membantu validasi.
Selama perpindahan, operator juga perlu memperhatikan jalur kendaraan internal, aktivitas pekerja lain, kondisi barang, dan kemampuan peralatan.
Putaway yang cepat tidak memberikan manfaat apabila prosesnya menimbulkan kerusakan barang atau risiko keselamatan.
5. Barang ditempatkan di lokasi tujuan
Ketika sampai, operator memastikan kode lokasi dan kondisi tempat penyimpanan sesuai dengan instruksi.
Barang kemudian ditempatkan menggunakan metode handling yang tepat.
Misalnya, sebuah pallet memiliki destination R02-B04-L01. Operator harus memastikan bahwa pallet benar-benar diletakkan pada posisi tersebut, bukan pada lokasi lain yang tampak serupa.
Pada sistem tertentu, pemindaian barcode lokasi dapat diwajibkan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Dokumentasi Microsoft Dynamics 365 mengenai konfirmasi lokasi putaway menunjukkan bahwa sistem dapat dikonfigurasi agar operator harus memindai lokasi penempatan sebelum tugas dinyatakan selesai.
Konfirmasi tersebut merupakan salah satu cara mengurangi risiko kesalahan lokasi.
6. Transaksi putaway dikonfirmasi
Setelah barang berada di lokasi yang benar, operator mengonfirmasi penyelesaian pekerjaan.
Konfirmasi harus mencerminkan kondisi fisik yang benar-benar terjadi.
Apabila barang dipindahkan ke lokasi berbeda dari instruksi awal, perubahan tersebut harus dicatat melalui prosedur yang berlaku, bukan sekadar menutup task dengan lokasi lama.
Dalam sistem yang mendukung pencatatan pergerakan inventory, konfirmasi putaway dapat memperbarui lokasi persediaan dan menutup tugas pemindahan.
Namun, putaway selesai tidak selalu berarti stok langsung tersedia untuk seluruh transaksi keluar.
Ketersediaan stok tetap bergantung pada status inventory, quality control, reservasi, serta konfigurasi sistem yang digunakan.
Perbedaan ini penting agar gudang tidak menyamakan barang yang sudah tersimpan dengan barang yang sudah boleh dialokasikan untuk pesanan.
Contoh Putaway pada Gudang Suku Cadang
Untuk melihat hubungan antara barang, lokasi, dan transaksi, perhatikan ilustrasi berikut.
Sebuah gudang menerima satu pallet berisi 40 karton suku cadang. Setelah receiving dan pemeriksaan selesai, pallet tersebut perlu ditempatkan di lokasi penyimpanan.
| Informasi | Contoh Data |
|---|---|
| Receipt reference | GR-1025 |
| SKU | PART-A01 |
| Handling unit | PLT-008 |
| Quantity | 40 karton |
| Source location | RECV-01 |
| Destination location | R02-B04-L01 |
| Putaway task | PUT-0152 |
| Status awal | Ready for putaway |
| Status akhir | Putaway confirmed |
Seluruh kode dan jumlah pada contoh ini merupakan ilustrasi, bukan transaksi aktual MUAT Cargo.
Dalam contoh tersebut, operator menerima tugas PUT-0152 untuk memindahkan handling unit PLT-008.
Operator mengambil pallet dari RECV-01 dan memastikan identitas serta jumlah yang dipindahkan sesuai dengan instruksi. Setelah itu, pallet dibawa menuju R02-B04-L01.
Ketika barang sudah ditempatkan dengan benar, operator mengonfirmasi lokasi melalui prosedur yang digunakan gudang.
Hasil akhirnya adalah:
Satu pallet telah dipindahkan, lokasi fisiknya diketahui, dan catatan perpindahannya dapat ditelusuri.
Perlu diperhatikan bahwa istilah status, format kode, dan proses konfirmasi dalam contoh tersebut dapat berbeda pada setiap WMS.
Bagaimana jika lokasi tujuan ternyata penuh?
Misalnya, operator sudah membawa pallet menuju R02-B04-L01, tetapi tempat tersebut tidak dapat digunakan karena sudah terisi.
Operator sebaiknya tidak meletakkan barang di lokasi sembarang lalu tetap mengonfirmasi destination awal.
Tindakan yang lebih tepat adalah mengikuti proses exception, misalnya meminta lokasi alternatif, memperbarui instruksi tugas sesuai otorisasi, atau mengembalikan barang ke area terkendali jika belum tersedia lokasi yang aman.
Dengan begitu, data dan lokasi fisik tetap dapat ditelusuri.
Aturan Memilih Lokasi Putaway yang Tepat
Penentuan lokasi putaway perlu membedakan persyaratan wajib dengan pertimbangan efisiensi.
Persyaratan wajib menentukan apakah suatu lokasi layak digunakan. Pertimbangan efisiensi digunakan untuk memilih alternatif yang lebih praktis di antara lokasi yang sudah memenuhi syarat.
Kapasitas dan karakter barang harus sesuai
Lokasi perlu memenuhi kebutuhan berat, dimensi, jenis kemasan, serta metode penumpukan barang.
Pallet berat tidak boleh ditempatkan pada rak yang tidak memenuhi kapasitasnya. Barang yang tidak boleh ditumpuk juga membutuhkan pengaturan berbeda dari karton yang aman untuk ditumpuk.
Bila barang memerlukan kondisi penyimpanan khusus, persyaratan tersebut harus dipenuhi sebelum lokasi dipilih.
Lokasi harus dapat diakses
Tidak semua rak bisa dijangkau oleh setiap alat handling.
Gudang perlu memperhatikan aisle, tinggi penyimpanan, jangkauan forklift atau reach truck, serta ruang manuver.
Lokasi yang secara ukuran cukup tetapi tidak dapat diakses dengan aman bukanlah destination yang sesuai.
Identitas produk dan lokasi harus dapat ditelusuri
Penempatan perlu mendukung identifikasi SKU, batch, lot, nomor seri, atau tanggal kedaluwarsa apabila informasi tersebut diperlukan.
Gudang yang menangani produk dengan persyaratan rotasi FIFO atau FEFO juga perlu menjaga data penerimaan dan atribut inventory agar proses pengeluaran dapat mengikuti kebijakan yang ditetapkan.
FIFO dan FEFO tidak semata-mata ditentukan oleh lokasi putaway. Keduanya memerlukan kesesuaian antara pengaturan lokasi, identitas stok, dan aturan picking.
Efisiensi perpindahan dipertimbangkan setelah kelayakan
Setelah lokasi yang tidak memenuhi syarat disisihkan, gudang dapat mempertimbangkan jarak perjalanan, kepadatan aisle, utilisasi lokasi, dan kebutuhan pengambilan kembali.
Gudang juga dapat menggunakan strategi fixed location, directed putaway, atau dynamic location sesuai sistem penyimpanannya.
Untuk perencanaan lokasi SKU yang lebih luas, warehouse slotting membahas bagaimana karakter produk dan pola permintaan digunakan untuk menentukan strategi lokasi penyimpanan serta picking.
Putaway menggunakan aturan atau lokasi yang tersedia tersebut untuk menjalankan perpindahan barang aktual.
Kesalahan Putaway dan Cara Menanganinya
Masalah pada putaway tidak selalu muncul ketika barang sedang dipindahkan.
Sebagian kesalahan baru diketahui ketika stok akan dihitung, dipindahkan lagi, atau diambil untuk memenuhi pesanan.
Karena itu, penanganan exception sebaiknya menjadi bagian dari SOP, bukan dianggap kejadian di luar prosedur.
| Kondisi | Risiko | Tindakan yang Disarankan |
|---|---|---|
| Destination bin penuh | Barang dipindahkan ke lokasi tidak tercatat | Verifikasi kapasitas dan ajukan lokasi alternatif yang diizinkan |
| Barcode lokasi tidak terbaca | Konfirmasi lokasi keliru | Gunakan prosedur pemeriksaan dan validasi identitas lokasi |
| Jumlah fisik berbeda dari task | Selisih persediaan | Tahan konfirmasi yang tidak sesuai dan lakukan rekonsiliasi |
| Barang rusak saat dipindahkan | Kerusakan tidak tercatat | Amankan barang, dokumentasikan kondisi, dan ikuti prosedur pelaporan |
| Barang berada di lokasi yang salah | Kesulitan pencarian stok | Lakukan investigasi dan koreksi lokasi sesuai otorisasi |
| Task sudah dikonfirmasi tetapi perpindahan belum selesai | Data sistem tidak sesuai fisik | Laporkan dan lakukan koreksi transaksi yang dapat ditelusuri |
| Alat handling tidak tersedia | Pekerjaan tertunda atau dilakukan tidak aman | Jadwalkan ulang atau gunakan alat alternatif yang memenuhi syarat |
Hindari konfirmasi pekerjaan sebelum barang benar-benar ditempatkan
Salah satu kesalahan penting adalah menyelesaikan task secara administratif sebelum perpindahan fisik selesai.
Ketika hal ini terjadi, sistem dapat menunjukkan barang sudah berada di storage bin meskipun masih berada di staging atau sedang dalam proses pemindahan.
Akibatnya, pekerjaan berikutnya mungkin menggunakan informasi yang belum mencerminkan kondisi sebenarnya.
Prinsip pengendalian yang lebih aman adalah memastikan konfirmasi pekerjaan dilakukan sesuai titik kontrol yang ditetapkan, setelah perpindahan dan validasi yang diwajibkan selesai.
Jangan memperbaiki kesalahan lokasi dengan memindahkan barang diam-diam
Jika sebuah pallet ditemukan pada lokasi yang berbeda dari catatan sistem, memindahkannya tanpa dokumentasi dapat menimbulkan masalah baru.
Tim gudang perlu memeriksa identitas barang, quantity, histori perpindahan, status task, serta kebutuhan koreksi inventory.
Gudang berbasis WMS dapat memiliki prosedur movement atau adjustment tersendiri. Gudang manual pun memerlukan jejak koreksi yang dapat diperiksa.
Tujuannya bukan hanya mengembalikan barang ke tempat yang benar, tetapi menjelaskan mengapa ketidaksesuaian tersebut terjadi.
Cara Mengukur Kinerja Putaway
Putaway yang efisien harus dinilai dari kecepatan sekaligus ketepatannya.
Memindahkan banyak pallet dalam waktu singkat belum tentu menunjukkan hasil yang baik apabila sebagian pallet salah lokasi atau memerlukan pemindahan ulang.
Beberapa indikator berikut dapat digunakan untuk menilai prosesnya.
Putaway cycle time
Putaway cycle time mengukur waktu yang dibutuhkan sejak pekerjaan dinyatakan siap dijalankan hingga penempatannya selesai dikonfirmasi.
Sebagai ilustrasi, sebuah task siap dijalankan pukul 10.00 dan dikonfirmasi selesai pukul 10.18. Cycle time task tersebut adalah 18 menit.
Untuk beberapa task, rata-rata dapat dihitung dengan rumus:
Average Putaway Cycle Time = Total durasi seluruh task ÷ Jumlah task yang diukur
Gudang harus menggunakan definisi titik awal dan akhir yang konsisten. Waktu menunggu tugas, waktu perjalanan, dan waktu penempatan dapat dipisahkan apabila diperlukan analisis yang lebih rinci.
Putaway accuracy
Putaway accuracy mengukur proporsi task yang terbukti sesuai dengan kriteria pemeriksaan, misalnya identitas barang, quantity, dan lokasi.
Putaway Accuracy = (Jumlah task akurat ÷ Jumlah task yang diperiksa) × 100%
Jika 200 task diperiksa dan 196 memenuhi seluruh kriteria, putaway accuracy sampelnya adalah 98%.
Angka tersebut merupakan contoh perhitungan, bukan benchmark industri atau hasil operasional MUAT Cargo.
Agar hasilnya berguna, perusahaan perlu mendefinisikan apa yang dimaksud task akurat dan memastikan metode pemeriksaan diterapkan secara konsisten.
Putaway backlog
Putaway backlog menunjukkan pekerjaan yang sudah siap tetapi belum selesai.
Backlog dapat dihitung berdasarkan jumlah task, pallet, handling unit, atau volume barang.
Namun, jumlah backlog saja belum menggambarkan tingkat keterlambatan. Gudang juga perlu melihat berapa lama pekerjaan tersebut menunggu.
Sebagai contoh, 20 task yang baru dibuat lima menit lalu mempunyai makna berbeda dari 20 task yang sudah menunggu sejak shift sebelumnya.
Putaway exception rate
Indikator ini menunjukkan persentase task yang mengalami exception menurut definisi gudang.
Exception Rate = (Jumlah task dengan exception ÷ Total task) × 100%
Exception dapat berupa lokasi penuh, masalah label, mismatch quantity, kesalahan instruksi, atau alat handling yang tidak tersedia.
Kategori tersebut perlu dicatat secara konsisten agar perusahaan dapat mengetahui masalah mana yang paling sering menghambat pekerjaan.
Rehandling atau pemindahan ulang
Rehandling terjadi ketika barang harus dipindahkan kembali karena alasan operasional tertentu.
Tidak semua rehandling merupakan kesalahan. Sebagian perpindahan memang merupakan bagian dari desain proses.
Yang perlu diperhatikan adalah pemindahan tambahan yang sebenarnya dapat dihindari, misalnya karena lokasi pertama tidak cocok atau instruksi tidak diperbarui.
Dengan membedakan perpindahan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan, gudang dapat menilai apakah keputusan putaway perlu diperbaiki.
Checklist SOP Putaway untuk Tim Gudang
Berikut checklist operasional yang dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan pekerjaan.
Sebelum pemindahan
- Pastikan barang sudah memiliki status penerimaan yang jelas.
- Periksa SKU atau identitas handling unit.
- Cocokkan quantity dengan instruksi.
- Pastikan destination location telah ditentukan.
- Periksa kesesuaian kapasitas dan karakter lokasi.
- Tentukan alat handling yang aman dan sesuai.
Saat pemindahan
- Ambil barang dari source location yang benar.
- Validasi identitas barang sesuai prosedur.
- Gunakan jalur dan alat handling yang ditentukan.
- Hindari perubahan destination tanpa pencatatan atau otorisasi.
- Pastikan barang tidak mengalami kerusakan selama penanganan.
Saat penyelesaian
- Periksa kode lokasi tujuan.
- Pastikan barang benar-benar ditempatkan.
- Verifikasi quantity dan identitas bila diwajibkan.
- Konfirmasi warehouse task atau catatan manual.
- Laporkan exception yang belum terselesaikan.
- Pastikan data lokasi sesuai dengan kondisi fisik.
Checklist ini perlu disesuaikan dengan jenis barang, sistem pencatatan, SOP keselamatan, dan skala operasi masing-masing gudang.
Pertanyaan Umum tentang Putaway Gudang
Apa perbedaan receiving dan putaway?
Receiving adalah proses menerima dan memeriksa barang yang tiba di gudang. Putaway adalah proses memindahkan barang yang telah diterima menuju lokasi penyimpanan yang ditentukan serta mengonfirmasi perpindahannya. Receiving mengidentifikasi barang yang datang, sedangkan putaway memastikan barang berada di lokasi yang tepat.
Apakah putaway harus menggunakan WMS?
Tidak. Gudang dapat melakukan putaway menggunakan pencatatan manual, spreadsheet, aplikasi inventory, atau WMS. Namun, semakin banyak SKU, lokasi, dan pekerjaan perpindahan, semakin penting sistem yang mampu mengendalikan task, lokasi, dan histori transaksi.
Apakah barang yang sudah selesai putaway langsung tersedia untuk picking?
Belum tentu. Barang mungkin sudah tersimpan tetapi masih berstatus hold, quality inspection, reserved, atau status lain yang membatasi penggunaannya. Stock availability harus mengikuti aturan persediaan dan konfigurasi sistem yang berlaku.
Apa yang harus dilakukan jika lokasi putaway penuh?
Operator perlu mengikuti prosedur exception, memverifikasi kondisi lokasi, dan menggunakan lokasi alternatif yang memenuhi persyaratan bila diizinkan. Jangan mengonfirmasi lokasi awal apabila barang sebenarnya ditempatkan di tempat yang berbeda.
Apa perbedaan putaway dengan replenishment?
Putaway biasanya memindahkan barang yang baru diterima menuju lokasi penyimpanan. Replenishment memindahkan persediaan dari lokasi sumber, sering kali reserve storage, menuju lokasi yang membutuhkan pengisian kembali, misalnya picking location. Kedua aktivitas merupakan perpindahan stok, tetapi dipicu oleh kebutuhan operasional berbeda.
Apakah semua barang yang diterima wajib melalui putaway?
Tidak. Sebagian barang dapat melewati proses pemeriksaan tambahan, masuk lokasi karantina, atau langsung diteruskan ke outbound melalui cross docking. Jalur penanganannya mengikuti status barang dan kebutuhan proses gudang.
Siapa yang bertanggung jawab atas keberhasilan putaway?
Tanggung jawab dapat dibagi antara petugas receiving, operator material handling, warehouse supervisor, dan inventory control. Struktur pastinya berbeda antarperusahaan. Yang penting, terdapat pihak yang bertanggung jawab atas validasi barang, penempatan fisik, konfirmasi transaksi, dan penyelesaian exception.
Menyiapkan Penyimpanan dan Distribusi Barang bersama MUAT Cargo
Putaway adalah salah satu bagian dari kegiatan pergudangan yang memengaruhi kelancaran proses berikutnya. Barang yang sudah memiliki lokasi penyimpanan jelas lebih mudah disiapkan ketika dibutuhkan untuk distribusi.
Bagi perusahaan yang menangani persediaan, material proyek, sparepart, atau barang dalam jumlah besar, perencanaan gudang sebaiknya mempertimbangkan karakter barang sejak sebelum kendaraan tiba. Dimensi, berat, jenis kemasan, kebutuhan alat bongkar, dan rencana pengeluaran dapat memengaruhi kebutuhan penyimpanan.
MUAT Cargo menyediakan layanan logistik untuk kebutuhan bisnis, termasuk pengiriman cargo, trucking, dan layanan pergudangan sesuai lokasi serta ketersediaan operasional.
Untuk kebutuhan penyimpanan, informasi mengenai layanan sewa gudang MUAT Cargo di Tangerang dapat menjadi titik awal sebelum menentukan skema yang sesuai.
Apabila barang perlu diteruskan ke lokasi proyek, cabang, distributor, atau pelanggan setelah masa penyimpanan, kami juga dapat membantu mengevaluasi kebutuhan pengirimannya berdasarkan jenis muatan, rute, volume, serta ketentuan layanan.
Sebelum meminta penawaran, siapkan informasi jenis barang, jumlah koli, berat, dimensi, lokasi asal dan tujuan, jadwal, serta kebutuhan handling atau penyimpanan.
Konsultasikan kebutuhan gudang dan distribusi barang Anda melalui tim MUAT Cargo atau WhatsApp di +62 813-1500-5355.