Ritase Adalah: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohnya dalam Pengiriman Barang
- Nizar Alwan

Ketika merencanakan pengiriman dalam jumlah besar, Anda mungkin pernah menerima penjelasan seperti, “Barang ini membutuhkan tiga rit,” atau, “Biaya kendaraan dihitung per rit.”
Istilah tersebut cukup umum dalam kegiatan trucking, distribusi material, pemindahan barang proyek, dan pengiriman antargudang. Namun, arti satu rit tidak selalu dipahami dengan cara yang sama.
Ada yang menganggap satu rit sebagai satu kali perjalanan menuju lokasi tujuan. Ada pula yang menghitungnya sebagai satu rangkaian lengkap sejak kendaraan dimuat, berangkat, membongkar barang, lalu kembali ke titik awal.
Perbedaan pemahaman ini dapat memengaruhi jumlah kendaraan, jadwal pengiriman, waktu tunggu, dan biaya yang harus disiapkan. Karena itu, sebelum menghitung ritase, pengirim dan penyedia armada perlu menyepakati terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan satu rit dalam pekerjaan tersebut.
Ringkasan cepat: Satu rit adalah satu kali transaksi atau siklus pengangkutan dari titik muat ke titik bongkar sesuai kesepakatan. Ritase adalah jumlah rit yang diselesaikan kendaraan dalam periode tertentu. Satu rit tidak memiliki kapasitas tonase yang selalu sama.
Apa Itu Ritase?
Ritase adalah jumlah perjalanan atau siklus pengangkutan yang dilakukan kendaraan dalam periode tertentu, misalnya per hari, per shift, atau selama satu pekerjaan berlangsung.
Sementara itu, rit merujuk pada satu kali transaksi atau rangkaian pengangkutan. Dalam konteks pengiriman barang, satu rit biasanya meliputi proses pemuatan, perjalanan dari lokasi asal, pembongkaran di tempat tujuan, dan perjalanan kendaraan setelah pekerjaan selesai sesuai ruang lingkup yang disepakati.
Dalam modul pengawasan pekerjaan konstruksi yang diterbitkan PUPR, satu rit dijelaskan sebagai satu kali pengangkutan barang dari lokasi A ke lokasi B, kemudian truk kembali, atau satu kali muat dan satu kali penurunan barang.
Meskipun demikian, penerapannya di lapangan dapat berbeda bergantung pada kontrak dan jenis pekerjaan. Pada sebagian penawaran trucking, satu kali pengantaran ke satu tujuan sudah dihitung sebagai satu rit. Perjalanan kembali tetap diperhitungkan dalam harga, meskipun kendaraan pulang tanpa muatan.
Pada pengiriman multi-drop, satu kendaraan dapat mengunjungi beberapa titik bongkar dalam satu penugasan. Kondisi seperti ini perlu dijelaskan sejak awal karena tambahan lokasi tidak selalu dihitung sebagai rit terpisah, tetapi dapat dikenakan biaya tambahan per titik.
Karena itu, definisi ritase sebaiknya selalu dilengkapi dengan informasi mengenai:
| Hal yang disepakati | Penjelasan |
|---|---|
| Titik muat | Lokasi kendaraan menerima barang |
| Titik bongkar | Lokasi barang diturunkan |
| Perjalanan kembali | Termasuk atau tidak dalam ruang lingkup satu rit |
| Jumlah tujuan | Satu tujuan atau beberapa titik bongkar |
| Waktu tunggu | Batas waktu kendaraan menunggu proses muat dan bongkar |
| Alat bantu | Kebutuhan forklift, crane, atau tenaga bongkar |
| Jam operasional | Batas waktu kendaraan dapat masuk ke lokasi |
Tanpa kesepakatan tersebut, dua pihak dapat menggunakan kata “rit” tetapi memiliki perhitungan yang berbeda.

Perbedaan Rit, Ritase, Trip, dan Cycle Time
Beberapa istilah dalam kegiatan transportasi sering digunakan berdekatan. Memahami perbedaannya akan membuat perhitungan lebih mudah.
| Istilah | Arti dalam kegiatan pengangkutan |
|---|---|
| Rit | Satu transaksi atau siklus pengangkutan sesuai kesepakatan |
| Ritase | Jumlah rit yang dilakukan kendaraan dalam periode tertentu |
| Trip | Pergerakan kendaraan dari satu titik menuju titik lainnya |
| Cycle time | Total waktu untuk menyelesaikan satu siklus pengangkutan |
| Kapasitas efektif | Muatan yang secara realistis dapat dibawa dalam satu rit |
Sebagai contoh, sebuah truk berangkat dari gudang menuju lokasi proyek, menurunkan barang, kemudian kembali ke gudang.
Perjalanan dari gudang ke lokasi proyek dapat disebut sebagai satu trip. Perjalanan pulang merupakan trip berikutnya. Namun, keseluruhan rangkaian tersebut dapat dihitung sebagai satu rit apabila ruang lingkup pekerjaannya menggunakan sistem perjalanan bolak-balik.
Dengan demikian, satu rit dapat terdiri dari lebih dari satu trip.
Apakah Ritase Sama dengan Rute Pengiriman?
Ritase berkaitan dengan rute, tetapi keduanya bukan hal yang sama.
Rute pengiriman menjelaskan jalan, jarak, urutan tujuan, dan koridor yang dilewati kendaraan. Ritase mengukur berapa kali kendaraan menyelesaikan perjalanan atau siklus pengangkutan.
Perencanaan rute yang baik dapat membantu kendaraan menyelesaikan lebih banyak rit karena jarak, kemacetan, dan urutan tujuan telah dipertimbangkan. Namun, ritase tidak hanya dipengaruhi perjalanan di jalan.
Proses muat, antrean kendaraan, ketersediaan forklift, pemeriksaan surat jalan, pembongkaran, dan waktu tunggu di lokasi tujuan juga ikut membentuk durasi satu rit.
Mengapa Perhitungan Ritase Penting?
Perhitungan ritase membantu perusahaan mengetahui apakah suatu pekerjaan membutuhkan satu kendaraan yang beroperasi beberapa kali atau beberapa kendaraan yang bekerja secara bersamaan.
Perhitungan ini juga membantu menentukan jadwal yang lebih realistis. Jarak yang dekat belum tentu menghasilkan banyak rit apabila proses pemuatannya membutuhkan waktu lama. Sebaliknya, jarak yang sedikit lebih jauh dapat tetap berjalan efisien jika lokasi asal dan tujuan memiliki proses bongkar muat yang tertata.
Dari sisi biaya, ritase membantu memperkirakan penggunaan bahan bakar, tol, waktu pengemudi, pemakaian kendaraan, dan kebutuhan tenaga bongkar muat.
Namun, tujuan menghitung ritase bukan sekadar mengurangi jumlah perjalanan. Memaksakan seluruh barang masuk ke kendaraan yang tidak sesuai dapat menimbulkan risiko pada muatan, kendaraan, dan proses distribusi.
Empat Perhitungan yang Sering Disebut sebagai Rumus Ritase
Istilah “cara menghitung ritase” dapat merujuk pada beberapa kebutuhan yang berbeda. Agar tidak tercampur, perhatikan perbedaannya berikut ini.
| Pertanyaan operasional | Rumus |
|---|---|
| Berapa rit yang dibutuhkan? | Total muatan ÷ kapasitas efektif per rit |
| Berapa rit yang dapat dilakukan satu kendaraan per hari? | Waktu kerja efektif ÷ cycle time |
| Berapa kendaraan yang dibutuhkan? | Total kebutuhan rit ÷ kemampuan rit per kendaraan |
| Berapa biaya pokok setiap rit? | Total biaya operasional ÷ jumlah rit aktual |
Masing-masing rumus menjawab pertanyaan yang berbeda. Jumlah rit yang dibutuhkan tidak sama dengan kemampuan ritase kendaraan per hari.
Cara Menghitung Jumlah Rit yang Dibutuhkan
Rumus paling dasar untuk mengetahui kebutuhan perjalanan adalah:
Jumlah rit = Total muatan ÷ Kapasitas efektif per rit
Hasil perhitungan harus dibulatkan ke atas. Sisa barang tetap membutuhkan perjalanan, meskipun jumlahnya tidak memenuhi seluruh kapasitas kendaraan.
Contoh perhitungan berdasarkan berat
Sebuah perusahaan perlu memindahkan barang dengan berat total 31 ton.
Setelah mempertimbangkan dimensi kemasan, cara penataan, kebutuhan pengikatan, dan karakter barang, kendaraan diperkirakan dapat membawa muatan efektif 6 ton dalam satu rit.
Perhitungannya:
31 ton ÷ 6 ton = 5,17 rit
Hasil tersebut harus dibulatkan menjadi:
6 rit
Lima rit hanya dapat memindahkan sekitar 30 ton. Sisa satu ton tetap membutuhkan kendaraan atau perjalanan tambahan.
Kapasitas efektif sebaiknya tidak hanya diambil dari kapasitas nominal kendaraan. Sebuah truk mungkin memiliki batas tonase tertentu, tetapi kapasitas yang benar-benar dapat digunakan bisa lebih kecil karena bentuk barang, kemasan, pallet, distribusi beban, dan kebutuhan pengamanan.
Informasi mengenai beberapa jenis armada trucking dan kapasitasnya dapat digunakan sebagai gambaran awal. Penentuan kendaraan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi barang dan akses lokasi.
Cara Menghitung Ritase Berdasarkan Volume
Tidak semua barang lebih tepat dihitung berdasarkan tonase.
Furniture, kasur, rak plastik, panel, kemasan kosong, dan produk berdimensi besar dapat memenuhi ruang kendaraan sebelum batas berat tercapai.
Untuk kondisi seperti ini, gunakan rumus:
Jumlah rit = Total volume barang ÷ Kapasitas volume efektif kendaraan
Misalnya, total volume barang adalah 43 meter kubik. Setelah memperhitungkan bentuk barang dan keterbatasan penyusunan, kapasitas ruang efektif kendaraan diperkirakan 16 meter kubik.
Perhitungannya:
43 m³ ÷ 16 m³ = 2,69 rit
Kebutuhan pengangkutan harus dibulatkan menjadi:
3 rit
Volume barang dapat dihitung dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi setiap koli. Apabila barang terdiri dari banyak ukuran, hitung setiap koli terlebih dahulu lalu jumlahkan seluruhnya.
Panduan cara menghitung kubikasi barang dapat membantu memperkirakan kebutuhan ruang sebelum menentukan jenis kendaraan.
Namun, hasil matematis bukan satu-satunya pertimbangan. Barang yang tidak boleh ditumpuk, memiliki bentuk tidak beraturan, membutuhkan pallet, atau memerlukan jarak antarmuatan dapat mengurangi ruang efektif di dalam bak kendaraan.
Cara Menghitung Kemampuan Ritase per Hari
Setelah mengetahui jumlah rit yang dibutuhkan, langkah berikutnya adalah memperkirakan kemampuan satu kendaraan dalam satu hari.
Rumusnya:
Ritase per hari = Waktu kerja efektif ÷ Cycle time
Cycle time adalah total waktu sejak kendaraan mulai menjalankan satu siklus sampai siap memulai siklus berikutnya.
Waktu tersebut dapat terdiri dari:
| Tahapan | Contoh aktivitas |
|---|---|
| Persiapan | Pemeriksaan kendaraan dan dokumen |
| Loading | Antrean dan proses pemuatan |
| Perjalanan berangkat | Perjalanan menuju lokasi bongkar |
| Unloading | Antrean dan proses pembongkaran |
| Administrasi | Pemeriksaan surat jalan atau bukti terima |
| Perjalanan kembali | Kendaraan kembali ke titik awal |
| Waktu tidak produktif | Istirahat, pengisian bahan bakar, dan hambatan operasional |
Contoh perhitungan ritase harian
Misalnya, satu kendaraan memiliki waktu kerja efektif 600 menit dalam sehari.
Satu siklus pengangkutan membutuhkan:
pemuatan selama 45 menit;
perjalanan ke tujuan selama 90 menit;
pembongkaran selama 45 menit;
perjalanan kembali selama 90 menit;
pemeriksaan dokumen dan waktu cadangan selama 30 menit.
Total cycle time:
45 + 90 + 45 + 90 + 30 = 300 menit
Kemampuan ritase kendaraan:
600 menit ÷ 300 menit = 2 rit per hari
Artinya, dalam kondisi tersebut satu kendaraan diperkirakan mampu menyelesaikan dua rit dalam satu hari.
Perhitungan ini masih berupa estimasi. Kemacetan, antrean loading, perubahan cuaca, kendaraan bermasalah, keterlambatan dokumen, dan kesiapan lokasi tujuan dapat mengubah hasil aktual.
Cara Menghitung Jumlah Kendaraan
Setelah mengetahui kebutuhan rit dan kemampuan setiap kendaraan, jumlah armada dapat dihitung menggunakan rumus:
Jumlah kendaraan = Total kebutuhan rit ÷ Kemampuan rit per kendaraan dalam periode yang ditentukan
Menggunakan contoh sebelumnya:
total kebutuhan pengangkutan: 6 rit;
kemampuan satu kendaraan: 2 rit per hari;
target penyelesaian: 1 hari.
Perhitungannya:
6 rit ÷ 2 rit per kendaraan = 3 kendaraan
Secara matematis, pekerjaan membutuhkan tiga kendaraan agar selesai dalam satu hari.
Namun, hasil tersebut belum tentu dapat langsung diterapkan. Lokasi asal harus mampu memuat tiga kendaraan sesuai jadwal. Lokasi tujuan juga perlu memiliki area antre, alat bongkar, tenaga kerja, dan jam operasional yang memadai.
Jika lokasi hanya memiliki satu pintu muat dan proses loading berlangsung lama, menambah kendaraan dapat menyebabkan antrean. Dalam kondisi seperti ini, satu atau dua kendaraan dengan jadwal bergantian mungkin lebih realistis.
Karena itu, kebutuhan kendaraan tidak hanya ditentukan oleh total berat dan waktu perjalanan. Kapasitas gudang, loading bay, forklift, akses jalan, dan kesiapan penerima juga perlu diperhitungkan.
Bagaimana Cara Menghitung Biaya per Rit?
Tidak ada satu harga ritase yang berlaku untuk semua jenis kendaraan dan rute.
Biaya dasar pengoperasian kendaraan atau HPP per rit dapat diperkirakan menggunakan rumus:
HPP per rit = Total biaya operasional dalam satu periode ÷ Jumlah rit aktual
Biaya operasional dapat terdiri dari:
| Komponen | Contoh |
|---|---|
| Bahan bakar | Konsumsi selama perjalanan pergi dan kembali |
| Biaya jalan | Tol, parkir, penyeberangan, dan akses khusus |
| Pengemudi | Uang jalan, makan, penginapan, dan tenaga pendamping |
| Kendaraan | Perawatan, ban, pajak, asuransi, dan penyusutan |
| Bongkar muat | Tenaga kerja, forklift, crane, atau alat bantu |
| Waktu tunggu | Kendaraan tertahan melebihi batas yang disepakati |
| Operasional lain | Perizinan lokasi, pengawalan, atau biaya mobilisasi |
HPP per rit tidak sama dengan harga jasa yang ditawarkan kepada customer. Harga penawaran juga dapat mempertimbangkan kondisi akses, risiko pekerjaan, ketersediaan kendaraan, jumlah titik bongkar, durasi penggunaan, serta ruang lingkup tanggung jawab penyedia jasa.
Itulah sebabnya biaya ritase tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jarak kilometer.
Dua pekerjaan dengan jarak yang sama dapat memiliki harga berbeda apabila salah satunya membutuhkan waktu tunggu lebih lama, kendaraan khusus, akses terbatas, atau alat bongkar tambahan.
Faktor yang Membuat Perhitungan Ritase Berubah
Kapasitas nominal berbeda dari kapasitas efektif
Kapasitas kendaraan yang tercantum dalam spesifikasi tidak selalu dapat digunakan seluruhnya.
Barang yang terlalu panjang, tidak boleh ditumpuk, mudah rusak, atau menggunakan pallet dapat mengurangi kapasitas efektif. Distribusi beban juga harus diperhatikan agar muatan tidak terkumpul pada satu bagian kendaraan.
Waktu perjalanan bukan satu-satunya pembentuk cycle time
Kesalahan umum dalam menghitung ritase adalah hanya menggunakan waktu perjalanan dari aplikasi peta.
Dalam kegiatan nyata, kendaraan juga membutuhkan waktu untuk masuk ke gudang, menunggu dokumen, antre loading, bongkar barang, dan kembali ke titik awal.
Perjalanan selama satu jam dapat berubah menjadi siklus empat atau lima jam apabila proses bongkar muat tidak siap.
Akses lokasi menentukan jenis kendaraan
Truk berkapasitas besar dapat mengurangi jumlah rit, tetapi belum tentu dapat masuk ke seluruh lokasi.
Jalan sempit, portal, batas ketinggian, larangan jam operasional, area putar terbatas, dan kondisi permukaan jalan dapat membuat kendaraan yang lebih kecil justru lebih sesuai.
Multi-drop membutuhkan waktu tambahan
Mengirim barang ke beberapa lokasi dalam satu perjalanan meningkatkan waktu tempuh dan durasi pembongkaran.
Sebelum kendaraan berangkat, urutan tujuan, jumlah titik, jenis barang di setiap titik, dan bukti penerimaan perlu disiapkan. Perubahan tujuan secara mendadak dapat memengaruhi biaya dan jadwal.
Waktu tunggu perlu memiliki batas yang jelas
Kendaraan yang menunggu tetap menggunakan waktu pengemudi dan kapasitas armada.
Karena itu, penawaran trucking biasanya perlu menjelaskan batas waktu muat dan bongkar. Apabila kendaraan tertahan terlalu lama karena barang belum siap atau penerima belum dapat melakukan pembongkaran, dapat muncul biaya tambahan sesuai kesepakatan.
Satu Rit Berapa Ton?
Tidak ada jawaban tunggal untuk pertanyaan satu rit berapa ton.
Kapasitas satu rit bergantung pada jenis kendaraan, batas muatan, volume bak, karakter barang, distribusi berat, bentuk kemasan, kondisi jalan, dan akses lokasi.
Satu rit dengan kendaraan CDD tentu memiliki kapasitas berbeda dari Fuso, wingbox, atau trailer. Bahkan kendaraan dengan jenis yang sama belum tentu dapat membawa jumlah barang yang sama apabila bentuk dan cara penataan muatannya berbeda.
Karena itu, kapasitas satu rit sebaiknya ditentukan setelah data berikut tersedia:
| Data barang | Data perjalanan |
|---|---|
| Jenis barang | Alamat pickup |
| Jumlah koli | Alamat tujuan |
| Berat total | Kondisi akses |
| Dimensi setiap koli | Jam operasional lokasi |
| Jenis kemasan | Jumlah titik bongkar |
| Boleh ditumpuk atau tidak | Ketersediaan alat bongkar |
Semakin lengkap data tersebut, semakin kecil risiko memilih kendaraan yang terlalu kecil atau terlalu besar.
Kapan Menggunakan Sistem Ritase atau Armada Dedicated?
Sistem per rit atau armada dedicated umumnya lebih relevan ketika satu kendaraan digunakan khusus untuk satu customer.
Contohnya adalah distribusi barang dari gudang ke cabang, pengiriman material ke lokasi proyek, pemindahan mesin, pengiriman banyak pallet, atau pekerjaan yang membutuhkan jadwal kendaraan khusus.
Untuk kebutuhan tersebut, jasa pengiriman trucking dapat dipertimbangkan karena kendaraan digunakan secara khusus sesuai jenis, volume, dan rute barang.
Skema ini juga dikenal sebagai FTL atau full truckload ketika satu kapasitas kendaraan digunakan untuk satu pengiriman. Pada pengiriman menggunakan kontainer, konsep kendaraan atau ruang khusus dapat berkaitan dengan FCL.
Perbedaan penggunaan truk penuh dan kontainer dapat dipelajari lebih lanjut melalui halaman layanan FTL dan FCL MUAT Cargo.
Kapan Cargo Konsolidasi Lebih Efisien?
Tidak semua barang membutuhkan satu truk khusus.
Jika jumlah barang belum memenuhi kapasitas kendaraan dan tidak membutuhkan pengiriman eksklusif, cargo konsolidasi dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.
Dalam skema LTL, barang dari beberapa customer dapat dikonsolidasikan dalam satu kendaraan. Customer tidak perlu membayar seluruh kapasitas truk dan umumnya tidak menanggung perhitungan ritase kendaraan secara langsung.
Tarif cargo lebih banyak dipengaruhi oleh rute, berat aktual, berat volume, jenis barang, serta minimum pengiriman yang berlaku.
Layanan ekspedisi cargo darat MUAT dapat digunakan untuk barang besar, berat, atau banyak koli yang belum memerlukan satu armada khusus.
Perbedaannya dapat diringkas sebagai berikut:
| Kondisi pengiriman | Skema yang dapat dipertimbangkan |
|---|---|
| Barang belum memenuhi satu truk | Cargo LTL atau konsolidasi |
| Barang memenuhi sebagian besar kapasitas truk | Bandingkan LTL dengan FTL |
| Satu kendaraan harus khusus untuk customer | Trucking dedicated atau FTL |
| Distribusi rutin gudang ke cabang | Kontrak trucking berdasarkan rute |
| Barang besar tetapi ringan | Hitung volume dan kapasitas ruang |
| Pengiriman antarpulau skala besar | Evaluasi LCL, FCL, atau kombinasi moda |
Pilihan yang paling sesuai tidak selalu ditentukan oleh berat saja. Tenggat waktu, akses lokasi, risiko handling, dan kebutuhan kendaraan khusus juga perlu dipertimbangkan.
Cara MUAT Cargo Membantu Menentukan Skema Pengiriman
Dalam menentukan kebutuhan pengiriman, MUAT Cargo tidak hanya melihat total berat barang.
Data dimensi, jumlah koli, jenis kemasan, kota asal, kota tujuan, akses pickup, dan kebutuhan waktu pengiriman perlu diperiksa untuk menentukan apakah barang lebih sesuai dikirim melalui cargo konsolidasi atau kendaraan dedicated.
Sebagai contoh, barang seberat lima ton belum tentu langsung membutuhkan truk besar. Apabila dimensinya kecil dan jadwalnya fleksibel, cargo konsolidasi mungkin masih dapat dipertimbangkan.
Sebaliknya, barang dengan berat lebih ringan dapat membutuhkan kendaraan khusus apabila ukurannya panjang, tidak boleh ditumpuk, memiliki nilai tinggi, atau harus tiba sesuai jadwal proyek.
Untuk membantu proses evaluasi, siapkan informasi berikut saat berkonsultasi:
alamat asal dan tujuan;
jenis serta jumlah barang;
berat total;
ukuran setiap koli;
foto barang dan kemasannya;
waktu barang siap;
kondisi akses lokasi;
kebutuhan alat bongkar;
target waktu pengiriman.
Informasi tersebut membantu tim MUAT mengarahkan kebutuhan Anda ke layanan yang lebih sesuai tanpa hanya mengandalkan perkiraan visual.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Perhitungan Ritase
Kesalahan pertama adalah membagi total muatan menggunakan kapasitas nominal tanpa memeriksa kapasitas efektif. Cara ini dapat menghasilkan jumlah rit yang terlihat cukup di atas kertas, tetapi tidak dapat diterapkan saat proses loading.
Kesalahan berikutnya adalah membulatkan hasil ke bawah. Hasil 4,1 rit tetap berarti lima rit karena sisa barang masih harus diangkut.
Pengirim juga sering hanya menghitung waktu perjalanan pergi. Padahal, kendaraan membutuhkan waktu untuk muat, bongkar, mengurus dokumen, menunggu antrean, dan kembali.
Kesalahan lainnya adalah menganggap kendaraan yang lebih besar selalu lebih efisien. Armada besar dapat mengurangi jumlah rit, tetapi menjadi tidak berguna apabila tidak dapat memasuki lokasi tujuan.
Perhitungan ritase yang baik harus tetap mempertimbangkan keselamatan, ketentuan muatan, dan kesiapan operasional. Mengurangi jumlah rit dengan memaksakan barang masuk ke kendaraan bukan bentuk efisiensi.
FAQ tentang Ritase
Apa arti ritase dalam logistik?
Ritase adalah jumlah perjalanan atau siklus pengangkutan yang dilakukan kendaraan dalam periode tertentu. Satu rit biasanya menggambarkan satu kali transaksi pengangkutan dari titik muat menuju titik bongkar sesuai ruang lingkup yang disepakati.
Apa perbedaan rit dan ritase?
Rit adalah satu kali perjalanan atau siklus pengangkutan. Ritase adalah jumlah rit yang dilakukan, misalnya dua rit per hari atau sepuluh rit selama satu pekerjaan.
Apa perbedaan ritase dan trip?
Trip merupakan pergerakan kendaraan dari satu titik menuju titik lain. Satu rit dapat terdiri dari perjalanan pergi dan kembali sehingga dapat mencakup lebih dari satu trip.
Satu rit berapa ton?
Tidak ada kapasitas tonase yang berlaku untuk semua rit. Kapasitas bergantung pada jenis kendaraan, volume ruang, karakter barang, distribusi berat, kemasan, dan kondisi akses lokasi.
Bagaimana cara menghitung kebutuhan rit?
Jumlah rit dihitung dengan membagi total muatan menggunakan kapasitas efektif kendaraan. Apabila hasilnya berupa pecahan, jumlah tersebut harus dibulatkan ke atas.
Bagaimana cara menghitung ritase per hari?
Ritase per hari dihitung dengan membagi waktu kerja efektif menggunakan cycle time atau waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu siklus pengangkutan.
Apakah perjalanan kembali termasuk satu rit?
Hal tersebut bergantung pada kesepakatan. Dalam sistem siklus penuh, perjalanan kembali termasuk dalam rangkaian satu rit. Pada penawaran lain, satu rit dapat didefinisikan sebagai satu kali pengantaran, tetapi biaya kendaraan kembali tetap diperhitungkan.
Apakah pengiriman multi-drop dihitung sebagai beberapa rit?
Tidak selalu. Beberapa titik bongkar dapat tetap dihitung sebagai satu penugasan kendaraan dengan tambahan biaya per lokasi. Jumlah titik dan urutan pengiriman perlu disepakati sebelum kendaraan berangkat.
Apakah semakin banyak rit berarti semakin efisien?
Belum tentu. Ritase tinggi dapat menunjukkan kendaraan bekerja produktif, tetapi juga dapat terjadi karena kapasitas kendaraan terlalu kecil. Efisiensi perlu dilihat dari biaya per ton, waktu penyelesaian, utilisasi kendaraan, keselamatan, dan ketepatan jadwal.
Kesimpulan
Ritase adalah jumlah perjalanan atau siklus pengangkutan yang diselesaikan kendaraan dalam periode tertentu. Perhitungannya dapat digunakan untuk menentukan jumlah perjalanan, kemampuan kendaraan per hari, kebutuhan armada, dan estimasi biaya operasional.
Namun, satu rit tidak memiliki kapasitas dan ruang lingkup yang selalu sama. Titik muat, titik bongkar, perjalanan kembali, jumlah tujuan, waktu tunggu, serta kapasitas efektif kendaraan perlu disepakati sebelum pekerjaan dimulai.
Untuk barang yang belum memenuhi satu kendaraan, cargo konsolidasi atau LTL dapat menjadi pilihan yang lebih efisien. Sementara itu, trucking dedicated atau FTL lebih sesuai untuk distribusi rutin, pengiriman proyek, barang dalam jumlah besar, dan kebutuhan kendaraan khusus.
Belum yakin apakah barang Anda lebih sesuai menggunakan cargo konsolidasi atau satu armada khusus?
Siapkan informasi mengenai kota asal dan tujuan, jenis barang, berat, jumlah koli, ukuran kemasan, serta kondisi akses lokasi. Gunakan halaman cek ongkir cargo MUAT untuk memperoleh informasi awal atau konsultasikan kebutuhan armada agar skema pengiriman dapat disesuaikan dengan kondisi barang.



