Yard Management System (YMS) Mengatur Antrean Truk dari Gate ke Loading Dock

Yard Management System (YMS): Mengatur Antrean Truk dari Gate ke Loading Dock

Truk sudah tiba di lokasi, tetapi belum tentu bisa langsung menuju loading dock. Kendaraan pertama mungkin masih diperiksa di gate, kendaraan kedua datang terlalu awal, dock yang direncanakan masih digunakan, barang outbound belum selesai di-staging, sementara satu kendaraan lain membawa muatan yang membutuhkan forklift khusus.

Dari sisi pengemudi, situasi seperti ini terlihat sebagai antrean. Dari sisi gudang, masalahnya lebih luas karena gate, area tunggu kendaraan, kesiapan barang, loading dock, operator, alat handling, dan jadwal transportasi saling memengaruhi. Yard Management System (YMS) membantu mengendalikan rangkaian tersebut sejak kendaraan tiba di fasilitas sampai kendaraan kembali keluar.

Artikel ini membahas YMS dari sudut pandang operasional: apa yang sebenarnya dikelola, bagaimana alur truk dari gate ke dock, data apa yang dibutuhkan, KPI yang relevan, bagaimana menangani exception, dan apa hubungannya dengan pengiriman cargo serta aktivitas gudang MUAT Cargo.

Apa Itu Yard Management System?

Yard Management System adalah sistem untuk merencanakan, mengarahkan, mencatat, dan memantau kendaraan, trailer, kontainer, area parkir, gate, serta loading dock selama berada di area luar gudang atau distribution center. Area ini umumnya disebut yard, yaitu zona transisi antara jalan masuk fasilitas dengan aktivitas bongkar-muat dan pekerjaan warehouse.

Secara operasional, YMS membantu tim mengetahui kendaraan mana yang sudah tiba, apakah mempunyai appointment, di mana kendaraan menunggu, dock mana yang akan digunakan, apakah resource sudah siap, berapa lama kendaraan berada di fasilitas, hingga kapan kendaraan check-out. Dokumentasi SAP Yard Logistics menggambarkan rangkaian yang mencakup check-in, permintaan door, konfirmasi kendaraan tiba di door, loading atau unloading selesai, door departure, dan check-out.

Karena itu, YMS bukan sekadar aplikasi antrean truk. Nilainya muncul ketika status kendaraan, kapasitas yard, appointment, dock, kesiapan warehouse, dan aktivitas handling dapat dibaca sebagai satu rangkaian.

YMS Berbeda dengan Dock Scheduling, WMS, dan TMS

YMS sering dibahas bersama sistem lain karena semuanya berada dalam satu rantai operasional. Namun fungsi utamanya berbeda.

Sistem/ProsesFokus UtamaPertanyaan yang Dijawab
Dock SchedulingAppointment kendaraan dan kapasitas dockKapan kendaraan sebaiknya datang dan menggunakan dock?
Yard Management SystemStatus dan pergerakan kendaraan di fasilitasTruk sekarang berada di mana dan harus bergerak ke mana berikutnya?
Warehouse Management System (WMS)Barang dan pekerjaan di dalam gudangBarang berada di mana dan pekerjaan warehouse apa yang harus dilakukan?
Transportation Management System (TMS)Perencanaan dan eksekusi transportasiShipment bergerak dengan kendaraan, rute, dan jadwal seperti apa?

Pembeda ini penting agar YMS tidak menjadi pengulangan dari pengaturan jadwal kendaraan di loading dock. Dock scheduling berfokus pada slot sebelum kendaraan dilayani, sedangkan YMS melanjutkan proses ketika kendaraan benar-benar tiba dan kondisi aktual di yard mulai berubah.

Jika ingin melihat pembagian fungsi sistem warehouse dan transportasi secara lebih luas, MUAT juga membahas perbedaan WMS dan TMS. Dalam arsitektur yang lebih matang, YMS dapat menerima data dari appointment, WMS, TMS, ERP, maupun gate system, tetapi pola integrasinya bergantung pada sistem yang digunakan perusahaan.

Bagaimana Alur YMS dari Gate sampai Loading Dock?

Cara paling mudah memahami YMS adalah melihat satu kunjungan kendaraan sebagai sebuah lifecycle. Nama status dapat berbeda pada setiap perusahaan, tetapi alurnya biasanya dapat dipetakan sebagai:

Planned → Arrived → Checked-in → Waiting/Yard → Called to Dock → At Dock → Handling Completed → Gate-out

Pemisahan status tersebut membuat tim dapat membedakan kendaraan yang baru tiba, kendaraan yang sudah lolos pemeriksaan, kendaraan yang sedang menunggu, dan kendaraan yang benar-benar sedang ditangani di dock.

1. Sebelum Kendaraan Tiba: Appointment dan Pre-Arrival Data

Yard yang tertata sebenarnya dimulai sebelum kendaraan terlihat di gate. Warehouse atau receiving team perlu mengetahui apa yang akan datang, kapan kendaraan diperkirakan tiba, pekerjaan apa yang dibutuhkan, dan resource apa yang perlu disiapkan.

Untuk inbound, informasi tersebut dapat berasal dari purchase order, booking, delivery reference, appointment, atau Advance Shipping Notice sebelum barang tiba. ASN membantu menjelaskan shipment yang akan datang, sedangkan YMS mengatur apa yang terjadi terhadap kendaraan ketika shipment tersebut benar-benar tiba di fasilitas.

Data yang berguna antara lain jenis barang, jumlah koli atau pallet, berat dan dimensi, kendaraan, ETA, kebutuhan forklift atau crane, serta persyaratan akses. Informasi yang tidak lengkap pada tahap ini dapat berubah menjadi antrean ketika kendaraan sudah sampai di gate.

2. Gate Check-In: Kendaraan Harus Dikenali Sebelum Masuk

Gate berfungsi sebagai titik kontrol pertama. Di sini operator dapat memeriksa nomor kendaraan, transporter, driver sesuai prosedur, shipment reference, appointment, aktivitas inbound atau outbound, dokumen yang dipersyaratkan, dan waktu kedatangan aktual.

SAP bahkan menyediakan konsep self check-in di checkpoint yard, di mana yard order dapat dicari menggunakan reference tertentu dan informasi kendaraan dapat dicatat ketika driver tiba. Ini menunjukkan bahwa gate adalah perubahan status operasional, bukan sekadar pintu masuk fisik.

Jika kendaraan tidak dapat dikaitkan dengan appointment atau shipment yang valid, keputusan sebaiknya dilakukan di gate atau holding area, bukan setelah kendaraan sudah menempati loading dock.

3. Kendaraan Menunggu di Yard atau Holding Area

Tidak semua kendaraan yang sudah check-in harus langsung bergerak ke dock. Jika door belum tersedia, barang belum siap, alat handling masih digunakan, atau kendaraan datang terlalu awal, truk dapat ditempatkan pada parking spot, holding area, atau lane tertentu.

Dalam Oracle Transportation Management 26B, shipment yang belum memiliki appointment sekalipun dapat dipindahkan ke yard, ditempatkan pada slot tertentu, kemudian dijadwalkan ke location resource lain. Sistem juga dapat memberi warning untuk detention time yang berlebihan di yard.

Perbedaan dengan kalender appointment sangat jelas. Kalender mengetahui bahwa sebuah kendaraan dijadwalkan pukul 10.00. YMS perlu mengetahui bahwa kendaraan tersebut sudah check-in pukul 09.50, berada di holding area B, belum dipanggil ke dock, dan telah menunggu selama 25 menit.

4. Kendaraan Dipanggil ke Dock Berdasarkan Kesiapan Operasional

Antrean yang sehat tidak selalu berarti kendaraan dilayani berdasarkan urutan kedatangan. FIFO dapat menjadi salah satu aturan, tetapi keputusan call-to-dock sering membutuhkan lebih banyak konteks.

Sebelum kendaraan dipanggil, tim dapat memeriksa apakah dock yang kompatibel sudah tersedia, barang outbound sudah staged, receiving area siap, forklift atau crane tersedia, dokumen selesai, kendaraan sesuai akses, dan tidak ada shipment dengan prioritas atau cut-off yang lebih mendesak.

Dengan demikian, YMS berfungsi sebagai penghubung antara status kendaraan dan kesiapan warehouse. Dock sebaiknya digunakan untuk aktivitas loading atau unloading, bukan sekadar tempat kendaraan menunggu barang atau resource.

5. Loading atau Unloading Dicatat sebagai Aktivitas, Bukan Hanya Status Akhir

Ketika kendaraan sudah berada di dock, waktu mulai dan selesai handling perlu dicatat. Dokumentasi SAP versi 2025 FPS01 yang dipublikasikan Februari 2026 menjelaskan bahwa start dan finish loading atau unloading dapat diregistrasikan, sekaligus menyediakan fungsi untuk penjadwalan lokasi kendaraan dan movement activity dari door. Detailnya tersedia pada Loading/Unloading Point Tool SAP.

Pencatatan ini penting karena kendaraan yang sudah dock-in belum tentu langsung mulai handling. Jika selisih antara dock-in dan start loading terlalu panjang, masalahnya mungkin bukan pada yard, melainkan pada kesiapan barang, alat, atau operator.

6. Gate-Out Menutup Satu Siklus Kunjungan Kendaraan

Setelah loading atau unloading selesai, kendaraan dapat keluar dari dock, menyelesaikan pemeriksaan akhir, lalu gate-out. Status check-out menutup satu siklus kunjungan sehingga turnaround time dapat dihitung secara utuh.

Data gate-out juga berguna untuk membedakan waktu kendaraan selesai handling dengan waktu kendaraan benar-benar meninggalkan fasilitas. Dokumen, pemeriksaan akhir, penimbangan, atau antrean keluar dapat membuat kedua timestamp tersebut berbeda.

Mengapa Antrean Tidak Sebaiknya Dikelola dengan FIFO Saja?

Bayangkan empat kendaraan tiba hampir bersamaan. Truk A membawa pallet inbound dengan dokumen lengkap dan forklift sudah siap. Truk B membawa mesin, tetapi forklift yang dibutuhkan masih digunakan. Truk C adalah outbound dengan barang sudah staged dan mempunyai keberangkatan lanjutan yang terbatas. Truk D datang 45 menit lebih awal dari appointment.

Jika seluruh kendaraan hanya mengikuti urutan kedatangan, Truk B dapat mengambil posisi awal walaupun pekerjaan belum dapat dimulai. Akibatnya, dock justru berpotensi digunakan untuk menunggu resource. Dalam sistem yang lebih terkontrol, Truk A dapat diproses terlebih dahulu karena seluruh resource siap, Truk C dapat memperoleh prioritas jika aturan operasional memang mengharuskannya, Truk B tetap berada di holding area, sedangkan Truk D tidak otomatis mengambil slot kendaraan lain.

Contoh tersebut merupakan ilustrasi, bukan kasus operasional MUAT tertentu. Intinya, YMS yang berguna harus membantu menerjemahkan aturan bisnis menjadi prioritas yang konsisten, bukan sekadar membuat nomor antrean digital.

Data Apa yang Dibutuhkan Yard Management System?

Software tidak dapat membuat keputusan yang baik jika input dasar tidak akurat. Data YMS sebaiknya menghubungkan shipment, kendaraan, waktu, fasilitas, resource, dan status warehouse.

Kelompok DataContohFungsi
ShipmentPO, ASN, delivery reference, shipment numberMenghubungkan kendaraan dengan pekerjaan yang benar
BarangJenis, pallet/koli, berat, dimensiMenentukan handling dan kesiapan area
KendaraanNomor kendaraan, tipe, transporterVerifikasi akses dan identitas
WaktuAppointment, ETA, actual arrivalMengukur deviasi dan keterlambatan
FasilitasGate, parking zone, dock, holding areaMenentukan lokasi kendaraan
HandlingForklift, crane, tenaga bongkarMemastikan resource tersedia
Warehouse readinessStaging ready, receiving ready, document readyMencegah kendaraan masuk dock terlalu dini
StatusChecked-in, waiting, called, docked, completedMemberikan visibility operasional

Master data fasilitas juga perlu akurat. Jika sistem menyatakan sebuah dock dapat digunakan semua kendaraan, padahal truk tertentu secara fisik tidak dapat bermanuver ke area tersebut, digitalisasi hanya akan mempercepat keputusan yang salah.

Exception Harus Diatur, Bukan Diabaikan

Operasional yard tidak akan selalu mengikuti appointment. Kendaraan terlambat, barang belum siap, dokumen tidak lengkap, dock bermasalah, atau alat handling dapat berubah dari rencana.

KondisiRespons Operasional yang Dapat Disiapkan
Kendaraan datang terlalu awalArahkan ke holding area tanpa mengambil slot kendaraan lain
Kendaraan terlambatPertahankan slot jika masih memungkinkan atau lakukan re-assignment
No-showLepaskan kapasitas sesuai aturan fasilitas
Dokumen belum lengkapHold sebelum kendaraan menuju dock
Kendaraan berbeda dari bookingVerifikasi kapasitas, akses, dan kecocokan dock
Barang outbound belum siapTahan di yard atau lakukan reschedule
Dock tidak dapat digunakanPindahkan ke dock kompatibel jika tersedia
Forklift/crane belum tersediaTunda call-to-dock sampai resource siap
Handling melewati waktu rencanaPerbarui estimasi dock berikutnya dan prioritas antrean

Tujuan aturan tersebut bukan membuat operasi menjadi kaku. Justru sebaliknya, tim mempunyai dasar keputusan yang konsisten ketika kondisi berubah.

Timestamp yang Membuat Bottleneck Bisa Diukur

Mengatakan “truk menunggu terlalu lama” belum menjelaskan akar masalah. Minimal, operasi dapat memisahkan timestamp berikut:

  1. scheduled arrival;
  2. actual arrival;
  3. gate check-in;
  4. yard atau holding arrival;
  5. call-to-dock;
  6. dock-in;
  7. start loading/unloading;
  8. end loading/unloading;
  9. dock-out;
  10. gate-out.

Jika actual arrival → gate check-in panjang, gate processing perlu diperiksa. Jika check-in → dock-in panjang, kemungkinan bottleneck berada pada yard, dock, atau kesiapan warehouse. Jika dock-in → start handling panjang, kendaraan mungkin sudah berada di dock tetapi barang atau resource belum siap.

Pemisahan seperti ini membuat diskusi operasional lebih konkret dibanding hanya menyimpulkan bahwa kendaraan sering menunggu.

KPI Apa yang Relevan untuk Yard Management?

Tidak ada satu target angka universal yang cocok untuk semua fasilitas. Gudang dengan dua kendaraan sehari tentu berbeda dengan distribution center yang menerima puluhan atau ratusan kunjungan. KPI sebaiknya digunakan untuk memahami pola operasi sendiri.

KPIYang Diukur
Gate processing timeDurasi proses kendaraan masuk
Wait-to-dock timeWaktu sejak check-in sampai mendapat dock
Yard dwell timeLama kendaraan berada di yard
Dock dwell timeLama kendaraan menempati dock
Handling timeDurasi loading atau unloading aktual
Truck turnaround timeTotal waktu dari masuk sampai keluar fasilitas
On-time arrivalKepatuhan terhadap appointment
No-show rateAppointment yang tidak digunakan
Dock utilizationPenggunaan kapasitas dock
Schedule adherenceKesesuaian antara rencana dan eksekusi

Satu KPI tidak sebaiknya dibaca sendirian. Dock utilization yang sangat tinggi, misalnya, dapat terlihat efisien tetapi justru membuat fasilitas mudah terganggu ketika satu pekerjaan melewati durasi rencana.

Perkembangan YMS pada 2026: Gate, Yard, Dock, dan Warehouse Makin Terhubung

Perkembangan terbaru menunjukkan YMS semakin ditempatkan sebagai bagian dari orkestrasi fasilitas, bukan aplikasi parkir truk. Oracle Transportation Management versi 26B masih menyediakan Dock and Yard Manager untuk mengelola appointment, memindahkan shipment ke yard, serta menempatkan appointment pada resource yang tersedia.

Di Indonesia, penggunaan dan pemahaman YMS juga masih menjadi bagian dari penguatan operasional. PT Multi Terminal Indonesia pada 24 Februari 2025 mengikuti FGD implementasi YMS bersama SPSL dan menyebut rencana single-system YMS untuk CCDC Jakarta, Pontianak, Banjarmasin, dan Makassar. Sumber tersebut harus dibaca sebagai rencana implementasi pada saat diumumkan, bukan bukti bahwa seluruh lokasi telah selesai menerapkannya. Informasi resminya tersedia pada berita PT Multi Terminal Indonesia mengenai implementasi Yard Management System.

Pembaruan yang lebih baru muncul pada Februari 2026. PT Pelindo Sinergi Lokaseva bersama PT Multi Terminal Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Basic Yard Operation pada 4–14 Februari 2026 untuk tim MTI Banjarmasin, dan Yard Management System termasuk dalam materi pelatihan. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan yard tetap menjadi bagian dari penguatan proses, teknologi, dan kompetensi operasional pada 2026. Detail kegiatan tersedia melalui publikasi korporat PT Pelindo Sinergi Lokaseva.

Di Mana MUAT Cargo Terlibat dalam Proses Yard?

MUAT Cargo tidak diposisikan sebagai vendor software YMS. Keterlibatan MUAT berada pada sisi yang langsung bersinggungan dengan yard: kesiapan data shipment, pemilihan kendaraan, akses lokasi, jadwal kedatangan, kebutuhan bongkar-muat, serta koordinasi warehouse dan transportasi.

Pada layanan trucking untuk kebutuhan armada khusus, MUAT meminta customer tidak hanya melihat berat barang. Lebar jalan, gerbang, ruang putar, batas kendaraan, serta ketersediaan forklift, crane, loading dock, atau tenaga bongkar perlu diinformasikan sebelum pilihan armada dikonfirmasi. Data tersebut mempunyai hubungan langsung dengan gate dan dock compatibility.

Hal yang sama terlihat pada layanan sewa gudang MUAT di Tangerang. Barang dijadwalkan masuk setelah data, akses kendaraan, dan kapasitas dikonfirmasi. Kunjungan serta kedatangan kendaraan juga perlu dijadwalkan agar akses, kapasitas, dan petugas penerimaan dapat dipersiapkan.

Artinya, ketika customer mempunyai pabrik, distribution center, atau gudang yang menerapkan appointment atau YMS, persyaratan gate dan receiving sebaiknya disampaikan sejak perencanaan pengiriman. MUAT kemudian dapat menyesuaikan kebutuhan kendaraan dan proses transportasi dengan informasi yang diberikan customer. Bentuk integrasi API, EDI, portal, atau koneksi native ke platform YMS tertentu tetap harus dikonfirmasi secara terpisah karena tidak ada dasar untuk menganggap seluruh sistem customer otomatis terintegrasi dengan MUAT.

Hubungan YMS dengan Alur Operasional Gudang

YMS tidak dapat berdiri sendiri jika pekerjaan di dalam warehouse belum siap. Kendaraan outbound yang sudah dipanggil ke dock tetapi barang masih dipicking akan tetap menunggu. Kendaraan inbound yang sudah masuk tetapi receiving area penuh juga tetap menjadi bottleneck.

Karena itu, YMS sebaiknya dibaca bersama alur operasional gudang dari receiving hingga dispatch. Receiving, checking, putaway, picking, packing, staging, loading, dan dispatch menghasilkan status yang memengaruhi kapan kendaraan boleh bergerak.

Contohnya, status staged dapat menjadi sinyal bahwa barang outbound siap dipanggil ke dock. Sebaliknya, status hold pada inbound dapat mencegah kendaraan langsung diproses apabila dokumen atau kondisi barang masih perlu diverifikasi.

Apakah Semua Gudang Membutuhkan Software YMS?

Tidak. Gudang dengan sedikit kendaraan, satu atau dua dock, perubahan jadwal yang jarang, dan yard sederhana masih dapat dikendalikan dengan spreadsheet, shared calendar, gate log, atau prosedur manual yang disiplin.

KondisiManual Masih MungkinYMS Semakin Relevan
Kendaraan harian sedikit✓
Satu gate dan sedikit dock✓
Exception jarang✓
Banyak transporter✓
Banyak gate/dock/parking zone✓
Appointment sering berubah✓
Kendaraan sulit ditemukan di yard✓
Dwell time perlu dianalisis✓
Integrasi WMS/TMS diperlukan✓
Banyak exception membutuhkan rule✓

Pertanyaan yang lebih berguna bukan “apakah gudang modern wajib membeli YMS?”, melainkan apakah kompleksitas yard sudah melebihi kemampuan proses manual untuk memberikan visibility dan keputusan yang konsisten?

Jangan Membeli Software Sebelum Memahami Bottleneck

Implementasi YMS sebaiknya dimulai dengan pemetaan proses saat ini. Catat appointment, actual arrival, check-in, waiting, dock-in, handling, dock-out, dan gate-out selama periode yang representatif. Dari sana, lihat bagian mana yang paling banyak menyerap waktu.

Jika masalah terbesar ternyata barang outbound belum siap ketika kendaraan datang, akar masalah mungkin berada pada picking atau staging. Jika gate lambat karena dokumen sering tidak lengkap, perbaikan dapat dimulai dari pre-arrival information. Jika kendaraan sudah siap tetapi tidak ada dock yang kompatibel, barulah assignment dan kapasitas dock menjadi fokus utama.

YMS membantu mengendalikan proses. Sistem tidak menggantikan proses yang belum didefinisikan dengan baik.

Checklist Pengiriman ke Lokasi yang Menggunakan YMS

Bagi perusahaan yang menggunakan jasa trucking atau cargo untuk masuk ke pabrik, warehouse, atau distribution center dengan proses yard yang ketat, data berikut sebaiknya dikonfirmasi sebelum kendaraan berangkat:

  • nomor booking atau appointment;
  • alamat dan gate yang harus digunakan;
  • jam kedatangan serta toleransi early/late arrival;
  • nomor shipment, PO, ASN, atau reference;
  • jenis kendaraan yang diperbolehkan;
  • batas tinggi, panjang, tonase, atau akses bila ada;
  • jenis barang dan jumlah koli/pallet;
  • berat dan dimensi setelah packing;
  • kebutuhan forklift, crane, atau tenaga handling;
  • loading dock atau area tujuan jika sudah ditentukan;
  • prosedur check-in driver;
  • PIC jika terjadi perubahan;
  • prosedur reschedule dan no-show.

Dalam pengiriman bersama MUAT Cargo, data seperti jenis barang, berat, dimensi, origin, destination, tanggal pickup, akses kendaraan, serta kebutuhan bongkar-muat memang perlu dibahas sebelum armada ditentukan. Menambahkan persyaratan yard customer sejak awal membantu mencegah kondisi ketika kendaraan sudah sesuai dengan barang tetapi tidak sesuai dengan fasilitas penerima.

Kesimpulan

Yard Management System membantu mengendalikan perjalanan kendaraan sejak check-in di gate, menunggu di yard, dipanggil menuju loading dock, menjalani loading atau unloading, hingga gate-out. Nilai utamanya bukan sekadar dashboard real-time, tetapi kemampuan gate, warehouse, transporter, dan dock menggunakan status yang sama untuk mengambil keputusan.

Antrean truk sendiri tidak selalu disebabkan kekurangan dock. Kendaraan dapat menunggu karena datang terlalu cepat, dokumen belum siap, barang belum staged, forklift belum tersedia, akses tidak sesuai, atau pekerjaan sebelumnya melewati durasi rencana. Karena itu, pengelolaan yard perlu menghubungkan data kendaraan dengan kondisi operasional yang sebenarnya.

Bagi bisnis yang menggunakan armada khusus, melakukan pengiriman ke pabrik atau distribution center, atau membutuhkan penyimpanan dan distribusi bertahap, kebutuhan yard sebaiknya dibicarakan bersama kebutuhan transportasi. MUAT Cargo dapat membantu memeriksa karakter muatan, pilihan kendaraan, akses lokasi, jadwal, serta kebutuhan loading dan unloading sebelum pengiriman dijalankan.

FAQ Yard Management System

Apa perbedaan Yard Management System dan Dock Scheduling?

Dock scheduling berfokus pada appointment dan pembagian waktu loading dock. YMS mencakup eksekusi yang lebih luas, mulai dari check-in di gate, area tunggu, perpindahan di yard, dock assignment, handling, hingga gate-out.

Apakah YMS sama dengan WMS?

Tidak. WMS terutama mengelola barang dan pekerjaan di dalam gudang, sedangkan YMS mengelola kendaraan, trailer, kontainer, gate, parking spot, dan dock di area yard. Keduanya dapat bertukar data dan status bila sistem mendukung integrasi.

Apakah YMS harus menggunakan GPS, RFID, atau kamera ANPR?

Tidak selalu. Teknologi tersebut dapat membantu otomatisasi identifikasi dan tracking, tetapi kebutuhan implementasinya bergantung pada ukuran yard, volume kendaraan, tingkat visibility yang diperlukan, infrastruktur, dan sistem yang sudah digunakan.

Apakah semua gudang perlu menggunakan YMS?

Tidak. Operasi dengan jumlah kendaraan sedikit dan perubahan jadwal yang jarang masih dapat dikelola secara manual. YMS menjadi lebih relevan ketika banyak transporter, dock, parking zone, exception, dan kebutuhan integrasi membuat proses manual sulit dikendalikan.

Apa yang harus disiapkan transporter ketika masuk fasilitas yang menggunakan YMS?

Setidaknya konfirmasi appointment, gate, reference shipment, jenis kendaraan, waktu kedatangan, dokumen, persyaratan akses, kebutuhan handling, dan prosedur check-in. Jika customer menggunakan portal atau sistem khusus, mekanisme booking dan check-in perlu dipastikan sebelum kendaraan berangkat.

ID/EN/中文
MUAT CARGO
Min. 50kg dari Jakarta, Surabaya dan MakassarDiluar origin MUAT min. kirim 100kg
Code...
MUAT EXPRESS
Khusus Pengiriman 10kg-49kg (drop off) Dari Jakarta, Tangerang & Surabaya (via udara)
Code...
CUSTOMS CLEARANCE
Wajib memiliki NIB dan data pendukung lainnyaTidak Melayani Pengiriman Undername
Code...
PENGIRIMAN FTL & FCL
Trucking & Container | Tidak melayani pengiriman dalam kota
Code...
PENGIRIMAN KENDARAAN & ALAT BERAT
Motor • Mobil • Alat Berat
Code...

Dapatkan Informasi Tarif dan Pengiriman Secara Cepat dan Tepat

*Informasi tarif layanan di bawah ini merupakan harga start from untuk masing-masing kota/kabupaten. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, untuk detail tarif lengkap, silakan hubungi Customer Service kami