
Cara Mengukur CBM Barang Tidak Beraturan untuk Pengiriman Cargo
- Nizar Alwan
Dalam pengiriman cargo, perhitungan CBM menjadi faktor penting untuk menentukan biaya, jenis armada, dan penataan muatan. Tantangan sering muncul ketika barang memiliki bentuk tidak beraturan, seperti mesin industri, alat display, atau peralatan proyek. Banyak pengirim masih keliru karena mencoba mengikuti lekuk bentuk barang, padahal dalam praktik logistik, CBM dihitung berdasarkan ruang maksimum yang terpakai di armada.
Memahami cara mengukur CBM barang tidak beraturan dengan benar akan membantu menghindari selisih biaya dan kendala operasional, terutama pada pengiriman berbasis trucking darat nasional.
Daftar Isi
Apa Itu CBM untuk Barang Tidak Beraturan
CBM (Cubic Meter) adalah satuan volume yang digunakan untuk menghitung ruang yang dibutuhkan barang di armada pengiriman. Untuk barang tidak beraturan, CBM tidak dihitung mengikuti lekuk bentuk barang, melainkan berdasarkan ruang maksimum yang ditempati.
Dalam praktik logistik, yang diperhitungkan adalah volume terluar, bukan detail bentuk barang. Pendekatan ini digunakan karena armada dihitung berdasarkan ruang muat yang terpakai secara fisik, bukan bentuk geometris barang.
Prinsip Dasar Mengukur CBM Barang Tidak Beraturan
Prinsip utamanya sederhana:
Ambil ukuran terpanjang, terlebar, dan tertinggi dari barang atau kemasannya.
Barang tidak beraturan tetap diperlakukan seolah-olah berada di dalam balok imajiner (bounding box). Balok inilah yang menjadi dasar perhitungan CBM dalam pengiriman cargo.
Baca juga: Jasa pengiriman Mesin CNC
Langkah Cara Mengukur CBM Barang Tidak Beraturan
1. Tentukan Posisi Barang Paling Stabil
Letakkan barang pada posisi:
- Paling aman
- Paling sering digunakan saat pengiriman
- Tidak mudah terguling
Posisi ini akan menentukan tinggi barang dan menjadi acuan pengukuran.
2. Ukur Panjang Terpanjang
Ukur sisi terpanjang barang, termasuk:
- Tonjolan
- Handle
- Bagian yang menonjol
Dalam logistik, semua bagian yang menonjol tetap dihitung karena memakan ruang armada.
3. Ukur Lebar Terlebar
Ambil ukuran lebar maksimum, meskipun hanya sebagian kecil yang menonjol.
Tonjolan kecil tetap diperhitungkan karena berpengaruh pada penataan muatan di truk atau kontainer.
Baca juga: Jasa kirim Kabel Haspel Termurah
4. Ukur Tinggi Tertinggi
Ukur dari titik terendah ke titik tertinggi barang pada posisi pengiriman.
Jika ada bagian yang bisa dilepas, tinggi dihitung setelah bagian tersebut dilepas dan dikemas terpisah.
5. Konversi ke Meter
Jika pengukuran dilakukan dalam sentimeter, ubah ke meter sebelum menghitung CBM. Langkah ini penting untuk menghindari kesalahan perhitungan.
6. Hitung CBM
Jika pengukuran dilakukan dalam sentimeter, ubah ke meter sebelum menghitung CBM. Langkah ini penting untuk menghindari kesalahan perhitungan.
Contoh Perhitungan CBM Barang Tidak Beraturan
Sebuah mesin kecil memiliki bentuk tidak simetris dengan ukuran:
- Panjang terpanjang: 135 cm
- Lebar terlebar: 78 cm
- Tinggi tertinggi: 92 cm
Konversi ke meter:
- 1,35 × 0,78 × 0,92
Maka:
CBM = 0,97 CBM
Meskipun bentuk mesin tidak beraturan, yang dihitung tetap balok imajiner yang membungkus seluruh bagian mesin.
Jika barang sudah dipacking:
- Gunakan ukuran luar kemasan
- Jangan gunakan ukuran barang mentah
Packing kayu, kardus tebal, atau wrapping pallet selalu menambah CBM, sehingga ukuran harus diambil setelah proses packing selesai. Praktik ini umum diterapkan pada pengiriman barang industri melalui pengiriman cargo darat.
Jika barang ditempatkan di atas pallet:
- Ukur pallet beserta barang
- Tinggi dihitung dari lantai pallet hingga titik tertinggi barang
Pallet dianggap sebagai bagian dari volume karena ikut memakan ruang di armada, terutama pada pengiriman melalui ekspedisi cargo Jakarta dan rute distribusi utama lainnya.
Kesalahan Umum Mengukur CBM Barang Tidak Beraturan
Beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan:
- Mengikuti lekuk bentuk barang
- Mengabaikan tonjolan kecil
- Mengukur barang sebelum packing
- Menggunakan ukuran rata-rata, bukan ukuran maksimum
- Tidak mengonversi cm ke meter
Kesalahan ini sering menyebabkan selisih CBM dan revisi biaya di tengah proses pengiriman.
Tips Praktis agar Pengukuran Lebih Akurat
Untuk menghindari kesalahan:
- Gunakan meteran, bukan perkiraan visual
- Ukur minimal dua kali
- Foto barang dari beberapa sisi sebagai dokumentasi
- Jika ragu, lakukan pengukuran setelah packing selesai
Lakukan simulasi biaya terlebih dahulu melalui cek ongkir cargo
Kesimpulan
Dalam pengiriman cargo, perhitungan CBM menjadi faktor penting untuk menentukan biaya, jenis armada, dan penataan muatan. Tantangan sering muncul ketika barang memiliki bentuk tidak beraturan, seperti mesin industri, alat display, atau peralatan proyek. Banyak pengirim masih keliru karena mencoba mengikuti lekuk bentuk barang, padahal dalam praktik logistik, CBM dihitung berdasarkan ruang maksimum yang terpakai di armada.
Memahami cara mengukur CBM barang tidak beraturan dengan benar akan membantu menghindari selisih biaya dan kendala operasional, terutama pada pengiriman berbasis trucking darat nasional.
FAQ Seputar CBM Barang Tidak Beraturan
Apakah bentuk barang memengaruhi rumus CBM
Tidak. CBM selalu dihitung berdasarkan panjang, lebar, dan tinggi maksimum.
Apakah tonjolan kecil wajib dihitung
Ya. Tonjolan sekecil apa pun tetap memakan ruang armada.
Apakah CBM dihitung sebelum atau sesudah packing
CBM selalu dihitung setelah packing karena ukuran kemasan adalah yang digunakan di armada.
Apakah pallet selalu dihitung dalam CBM
Ya. Pallet dianggap bagian dari volume pengiriman.
Bagaimana jika hasil CBM berbeda dengan estimasi awal
Gunakan hasil ukur aktual sebagai acuan akhir untuk menghindari revisi biaya.



