
- Nizar Alwan
Ternyata Kirim Buah dan Tumbuhan Harus Ada Izin Karantina, Ini Penjelasan Lengkapnya!
Untuk mengirim tumbuhan hidup dan buah-buahan segar ternyata tidak boleh sembarangan, harus ada izin yang menyatakan bahwa produk bebas dari hama, jamur atau penyakit. Karena itu, pengiriman tumbuhan dan buah-buahan harus melalui proses karantina agar tidak menimbulkan kerusakan ekosistem atau gangguan pertanian di wilayah tujuan.
Sebagai perusahaan logistik berpengalaman, Muat Cargo siap membantu Anda memahami aturan, biaya, dan proses pengiriman tumbuhan serta buah-buahan agar tetap aman, cepat, dan sesuai peraturan pemerintah.
Baca juga: Dangerous Goods
Mengapa Pengiriman Tumbuhan dan Buah-Buahan Harus Melalui Karantina
Karantina adalah bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan) terhadap tumbuhan, buah, atau produk pertanian yang berpindah antar wilayah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan barang bebas dari organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang bisa merusak tanaman lain.
Beberapa alasan penting kenapa pengiriman tumbuhan dan buah wajib karantina adalah:
- Mencegah penyebaran hama dan penyakit tanaman. Tanaman atau buah segar bisa membawa hama seperti lalat buah, jamur, atau bakteri yang berbahaya bagi area penerima. (Sumber: karantinaindonesia.go.id)
- Melindungi ekosistem pertanian dan pangan nasional. Hama invasif dari luar daerah bisa merusak hasil pertanian dan menurunkan produktivitas.
- Memenuhi aturan hukum. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 36 Tahun 2023, setiap tumbuhan atau produk tumbuhan yang dikirim antar daerah harus diperiksa oleh petugas karantina. (Sumber: peraturan.bpk.go.id)
- Menjamin keamanan dan kualitas produk. Dengan adanya sertifikat karantina, pengirim dapat memastikan produk layak edar dan bebas hama.
Syarat Sebelum Mengirim Tumbuhan dan Buah-Buahan
Sebelum menggunakan layanan ekspedisi seperti Muat Cargo, pastikan pengiriman tumbuhan dan buah-buahan Anda memenuhi syarat berikut:
- Identifikasi Jenis Barang
Pastikan Anda mengetahui jenis tumbuhan atau buah yang akan dikirim. Beberapa tanaman hias, benih, bibit, dan buah segar termasuk kategori wajib karantina.
- Pembersihan dan Persiapan
- Bersihkan tanaman dari tanah, serangga, dan kotoran.
- Gunakan media tanam steril seperti serbuk kelapa atau lumut kering agar bebas dari organisme pengganggu.
- Buah-buahan harus dalam kondisi segar, tidak busuk, dan dikemas rapat agar tidak rusak selama perjalanan.
- Dokumen Wajib
- Surat Karantina Tumbuhan, diterbitkan oleh petugas karantina daerah asal.
- Sertifikat Fitosanitari, untuk pengiriman antar pulau atau ekspor.
- Surat jalan dan faktur barang, terutama jika pengiriman dilakukan oleh pelaku usaha.
Pembuatan surat karantina kini bisa dilakukan melalui sistem digital SIMPel Karantina.
- Pengemasan Sesuai Aturan
Gunakan bahan kemasan yang aman dan kuat:
- Untuk tanaman hidup: gunakan pot plastik, lapisan pelindung akar, dan ventilasi udara.
- Untuk buah segar: gunakan kardus tebal, pelapis busa, dan pendingin pasif jika perlu.
- Pilih Ekspedisi Berpengalaman
Gunakan jasa pengiriman yang memahami regulasi karantina. Muat Cargo menyediakan layanan pengiriman untuk tumbuhan dan buah-buahan dengan pengurusan dokumen resmi dan pengemasan sesuai standar.
Berapa Biaya Karantina?
Biaya karantina merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang digunakan untuk mendukung operasional petugas, laboratorium, dan peralatan pemeriksaan.
Pengenaan biaya ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 27/PMK.02/2024.
(Sumber: jdih-old.kemenkeu.go.id)
Biaya ini mencakup:
- Pemeriksaan fisik barang.
- Pengujian laboratorium untuk deteksi hama dan penyakit.
- Penerbitan sertifikat karantina atau fitosanitari.
- Pengawasan perlakuan tambahan seperti fumigasi atau penyemprotan disinfektan.
Baca juga: Tips Panduan Pengiriman Cargo yang Aman
Kisaran Biaya Karantina
Besarnya biaya tergantung pada jenis barang, jumlah, dan wilayah pengiriman:
- Untuk pengiriman domestik tanaman hias, biaya karantina berkisar antara Rp3.000 – Rp15.000 per dokumen.
- Untuk pengiriman antar pulau atau ekspor dengan pemeriksaan laboratorium, biaya bisa mencapai Rp150.000 – Rp1.000.000. (Sumber: Lion Parcel)
Tujuan Biaya Karantina
Biaya karantina membantu memastikan bahwa setiap produk yang keluar atau masuk wilayah bebas hama dan penyakit. Tanpa karantina, potensi kerugian pertanian bisa jauh lebih besar dibanding biaya yang dibayarkan.
Untuk informasi tarif, silakan kunjungi halaman Cek Ongkir Cargo atau hubungi tim kami melalui Kontak Kami.
Kesimpulan
Kirim tumbuhan dan buah-buahan bukanlah proses sederhana karena melibatkan aturan karantina yang ketat. Namun, dengan pemahaman yang benar dan dukungan layanan profesional seperti Muat Cargo, pengiriman dapat berjalan lancar, aman, dan legal.
Karantina bukan sekadar biaya tambahan, tetapi bentuk tanggung jawab untuk menjaga kesehatan tanaman dan keamanan pangan Indonesia. Dengan mengikuti prosedur yang benar, Anda turut mendukung ekosistem pertanian nasional tetap sehat dan produktif.



